Pick up Sumatera Community, Solidaritas Sopir Ekspedisi Melawan Premanisme

Para sopir ekspedisi dan truk mengaku resah ketika membawa mobil melintasi jalur Sumatera.

Pick up Sumatera Community, Solidaritas Sopir Ekspedisi Melawan Premanisme
sripoku.com/odi
Deklarasi PSC di Rajo Tentro Cafe Palembang, Jumat (11/10/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para sopir ekspedisi dan truk mengaku resah ketika membawa mobil melintasi jalur Sumatera.

Tingginya tingkat premanisme di jalan membuat para sopir kerap kali menjadi sasaran empuk preman untuk melakukan Pungutan Liar (Pungli).

Berawal dari keluh kesah kerap dipalak para preman, akhirnya para sopir ekspedisi, angkutan barang, sayur, sawit dan truk bersatu membuat organisasi Pick up Sumatera Community (PSC).

Ketua PSC, Andi Joker mengaku terbentuknya komunitas tersebut beranjak dari keluh kesah para sopir yang sering mengalami kendala ketika dalam perjalanan khususnya saat melintas di jalur Sumatera.

Selama ini, para sopir yang sering bermasalah di jalan menghadapi premanisme harus berjibaku sendiri, maka itulah mereka bersatu membentuk organisasi untuk sharing saat terjadi masalah.

"Kita tahu sendiri sopir sering dipalak oleh preman khususnya di lintas Sumatera. Dari keresahan itulah kita sepakat membentuk organisasi," ujarnya saat deklarasi PSC di Rajo Tentro Cafe Palembang, Jumat (11/10/2019).

Ia menjelaskan, saat ini komunitas pickup pertama di Indonesia itu telah memiliki sebanyak 55 orang member.

Para member tersebut terdiri dari sopir dan pemilik usaha mobil pick up.

Selain menjadi wadah para sopir untuk sharing dan berkeluh kesah, PSC juga berkomitmen menjadi pelopor keselamatan berlalulintas bekerjasama dengan Satuan Lalulintas (Satlantas).

Deklarasi PSC di Rajo Tentro Cafe Palembang, Jumat (11/10/2019).
Deklarasi PSC di Rajo Tentro Cafe Palembang, Jumat (11/10/2019). (sripoku.com/odi)

"Para member wajib memiliki SIM, dokumen kendaraan dan bersedia taat aturan lalu lintas. Member PSC komit menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," ujar Andi.

Perwakilan Satlantas Polresta Palembang, Aiptu Mutasor sangat mengapresiasi para sopir pick up yang membuat organisasi bertujuan untuk saling membantu antar sesama sopir.

Ia mengingatkan, kepada para member PSC agar taat dalam berlalu lintas, melengkapi kendaraan dengan perlengkapan seperti dongkrak, ban cadangan P3K dan lain-lain ketika sedang berkendara.

"Mobil pick up ini angkutan barang, ingat jangan bawa orang melebihi muatan di depan. Saya harap PSC jadi mitra polisi dalam berlalu lintas," harapnya.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved