Berita Lahat

Lahir di Lahat Nama Prof Dr H Emil Salim Diabadikan Sebagai Nama Jalan

sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Emil Salim, namanya sendiri diabadikan sebagai nama jalan protokol Kota Lahat, persisnya di kelurahan RDPJKA

Lahir di Lahat Nama Prof Dr H Emil Salim Diabadikan Sebagai Nama Jalan
SRIPOKU.COM/Ehdi Amin
Sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Emil Salim, namanya sendiri diabadikan sebagai nama jalan protokol Kota Lahat, persisnya di kelurahan RDPJKA dan Kelurahan Gunung Gajah Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Nama Prof Dr H Emil Salim beberapa hari ini viral di media sosial pasca tampil di salah satu stasiun televisi di acara Mata Najwa.

Dalam kesempatan tersebut, Prof  Dr  H Emil Salim tampil dengan beberapa narasumber salah satunya politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, yang beberapa kali mendebat dan menunjuk-nunjuk Emil Salim sehingga tayangan tersebut viral tak terkecuali di media sosial lokal di Kabupaten Lahat, hingga banyak warga Lahat, terkejut setelah mengetahui jika lelaki di era pemerintahan presiden Soeharto, beberapa kali menjabat sebagai menteri ini ternyata Lahir di Kabupaten Lahat.

Sayangnya, tidak banyak warga Lahat, yang kenal dekat dengan Prof Dr Emil Salim. Namun, beliau  pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat yang kini menjadi Santo Yosef Lahat, tahun 1940 hingga 1942.

Hal tersebut seperti dibenarkan Heri susilo S.Ag, M.M Kepala Divisi Pendidikan Yayasan Tarakanita Lahat (Santo Yosef). Namun, terang Heri, Prof Dr H Emil Salim sendiri tidak sampai selesai mengenyam pendidikan di Lahat, lantaran pindah ikut orang tuanya.

"ketika Itu masih zaman Belanda. informasi yang kami dapat beliau ikut orang tuanya di Lahat. Orang tuanya bekerja di PU kala itu, "ujar Hery, saat dibincangi Jumat (11/).

Sementara itu, warga Lahat yang minta namanya tak disebut, menuturkan jika Prof Dr Emil Salim pernah tinggal di Perumahan kereta api Balai Yasa Lahat, bersama orang tuanya.

"Kalau gak salah rumahnya di deretan satu atau nomor duo diperumahan Balai Yasa jika kita dari dari arah simpang empat pasar Lematang, Lahat, "tutur ibu warga Kelurahan Kota Baru, Lahat.

Sementara itu, sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Emil Salim, namanya sendiri diabadikan sebagai nama jalan protokol Kota Lahat, persisnya di kelurahan RDPJKA dan Kelurahan Gunung Gajah Lahat. Jalan Prof Emil Salim sendiri merukan jalan kota Lahat, yang setiap harinya ramai lalu lalang kendaraan. Sementara, disisi kiri dan kanan jalan sepanjang satu kilo tersebut terdapat rumah warga, pertokoan, perkantoran dan perumahan Balai Yasa.

"Yang saya tahu beliau itu menteri di era presiden Soeharto. Yang pasti kita sangat bangga karena beliau lahir di Lahat, "ujar Iskandar Hanafi, warga Lahat.

Sementara itu, dikutip dari Wikipedia Prof. Dr. Emil Salim lahir di Lahat, Sumatra Selatan, 8 Juni 1930. Ia adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil juga merupakan salah seorang di antara sedikit tokoh Indonesia yang berperan internasional. Ia adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia.

Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah organisasi non-pemerintah (bahasa Inggris: Non-Government Organisation) yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved