Kehilangan Pekerjaan, Risiko Terkena Serangan Jantung, Stroke dan Gagal Jantung Lebih Besar

Menurut penelitian terbaru, saat kita kehilangan pekerjaan, risiko untuk terkena serangan jantung, stroke, dan gagal jantung, lebih besar.

Kehilangan Pekerjaan, Risiko Terkena Serangan Jantung, Stroke dan Gagal Jantung Lebih Besar
Istimewa
Ilustrasi - Menurut penelitian terbaru, saat kita kehilangan pekerjaan, risiko untuk terkena serangan jantung, stroke dan gagal jantung lebih besar. 

Menurut penelitian terbaru, saat kita kehilangan pekerjaan, risiko untuk terkena serangan jantung, stroke dan gagal jantung lebih besar.

SRIPOKU.COM - Uang mungkin tak bisa membeli kebahagiaan, tetapi jumlah gaji yang besar dapat menyehatkan jantung. Demikian pula sebaliknya: Ketika pendapatan menurun, risiko gangguan jantung pun meningkat.

Kaitan antara pendapatan seseorang dan kesehatan jantung itu sudah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Yang terbaru adalah studi di Amerika Serikat yang melacak riwayat kesehatan jantung dan pendapatan dari 9.000 orang dewasa di empat daerah.

Karena Teknologi, Perempuan Lebih Rentan Kehilangan Pekerjaan

Suami Kena PHK Bisa Jadi Penyebab Perceraian

Pendapatan para responden itu dicek dua kali, dari tahun 1987-1989, lalu antara tahun 1993 dan 1995. Kesehatan jantung mereka dimonitor sekitar tahun 2016.

Pada periode penelitian ini, satu dari sepuluh responden melihat pendapatan rumah tangganya menciut lebih dari 50 persen. Responden yang kehilangan banyak pemasukan itu secara signifikan lebih beresiko mengalami berbagai masalah jantung dibandingkan dengan mereka yang pendapatannya stabil.

Sementara itu, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah turun signifikan pada 20 persen rumah tangga yang pendapatannya naik lebih dari 50 persen.

Menurut ketua peneliti, Stephen Wang, hasil penelitian ini memang tidak membuktikan penyebab dan akibat. Ia menganalogikannya seperti masalah telur atau ayam duluan.

“Tidak jelas apakah pendapatan atau kehilangan pekerjaan menyebabkan kesehatan jantung memburuk atau apakah status kesehatan yang buruk menyebabkan masalah finansial,” katanya.

Penurunan pendapatan bisa memicu perubahan kebiasaan, misalnya mengonsumsi makanan tinggi kalori, atau penggunaan alkohol dan rokok.

Tidak adanya asuransi kesehatan juga dapat membuat seseorang tidak segera mendapat pertolongan medis yang baik. Selain itu, status keuangan yang buruk juga menyebabkan stres atau depresi, dua faktor yang juga terkait dengan gangguan jantung.

Sumber: healthdaynews

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Kehilangan Pekerjaan, Penyebab Jantung Bermasalah

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved