YKI Menjelaskan Masyarakat Jangan Khawatir Ranitidin Ditarik

BPOM) RI mengeluarkan perintah untuk menarik lima produk ranitidin yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA).

YKI Menjelaskan Masyarakat Jangan Khawatir Ranitidin Ditarik
ISTIMEWA
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan perintah untuk menarik lima produk ranitidin yang terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA).

NDMA disinyalir sebagai zat yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik setelah 70 tahun pemakain yang terjadi pada 1:100.000 pasien.

Diberitakan Kompas.com pada Senin (7/10/2019), ranitidin merupakan obat yang digunakan untuk menekan produksi asam lambung.

Berpotensi Picu Kanker, BPOM Perintahkan Menarik 5 Obat Lambung Ranitidin karena Ada Kandungan NDMA

Maag dan Asam Lambung Sirna Berkat Biji Alpukat, Begini Cara Membuatnya

Penarikan obat ini jelas meresahkan sebagian masyarakat yang terbiasa mengkonsumsinya. Terlebih, obat ini sudah beredar di Indonesia sejak 1889.

Menanggapi keresahan masyarakat, Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Profesor DR Dr Aru W Sudoyo SpPD KHOM FINASIM FACP menjelaskan, kekhawatiran itu tidak perlu dilebih-lebihkan.

Pasalnya, kategori ranitidin yang saat ini diinstruksikan BPOM untuk ditarik memiliki kadar NDMA yang rendah.

"Sebenarnya rendah sekali bakteri yang diduga penyebab kanker (pada ranitidin yang ditarik) itu," kata Aru di Cibinong, Selasa (7/10/2019).

Aru pun ikut menghadiri rapat bersama dengan BPOM. Hasil rapat memutuskan, ranitidin pada dasarnya tidak berbahaya.

Kecurigaan tentang kontaminasi ranitidin pertama kali diidentifikasi oleh BPOM Amerika Serikat (FDA).

Pada 13 September 2019 BPOM Amerika Serikat (FDA) dan BPOM Eropa (EMA) mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam kadar rendah pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved