Supaya Tidak Diperkosa - Habibah Pura-Pura Mati: Sempat Dipukul dan Dibacok, Pelaku Buron 10 Tahun

Saat berjalan di kebun karet tempatnya biasa menyadap, Habibah (40) seorang wanita paruh baya warga Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupa

Supaya Tidak Diperkosa - Habibah Pura-Pura Mati: Sempat Dipukul dan Dibacok, Pelaku Buron 10 Tahun
SRIPOKU.COM/Ahmad Farozi
DITANGKAP - Setelah buron selama 10 tahun lebih dalam kasus penganiayaan, Hendri (kiri) ditangkap oleh Reskrim Polsek Karang Jaya, Musirawas. 

Melihat korbanmya sudah tidak berdaya, Hendri kemudian menggendong korban lalu membawanya ke semak-semak. Diduga dia akan memerkosa korban, karena dibalik semak-semak itu Hendri membuka celana korbannya lalu menggerayanginya.

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Saat berjalan di kebun karet tempatnya biasa menyadap, Habibah (40) seorang wanita paruh baya warga Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), melihat Hendri (38) berjalan menghampirinya. Setelah dekat, tiba-tiba Hendri langsung memukul Habibah menggunakan potongan kayu dan mengenai bagian atas kepala dan bahu korban.

Tidak cukup disitu saja, Hendri yang juga membawa parang kemudian membacok korban hingga beberapa bagian tubuh Habibah mengalami luka bacok cukup parah. Antara lain, terluka bagian tangan kanan dan kiri, kuping kiri sampai hidung dan pelipis mata kanan hingga hidung korban ikut terluka. Karena tidak berdaya melawan dan untuk mengelabui pelaku agar berhenti menganiayanya, Habibah kemudian berpura-pura mati.

Pembunuh 3 Saudara Diringkus Setelah Buron 10 Tahun

Dikira Petugas Lupa, Buron 10 Tahun Ditangkap

Melihat korbanmya sudah tidak berdaya, Hendri kemudian menggendong korban lalu membawanya ke semak-semak. Diduga dia akan memerkosa korban, karena dibalik semak-semak itu Hendri membuka celana korbannya lalu menggerayangi organ intim korban. Namun Hendri tidak melanjutkan aksinya sampai memerkosa, meski sempat memegang-megang kemaluan korban, mungkin karena mengira korban sudah benar-benar tewas.

Setelah itu Hendri berlalu, pergi meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan korban yang tergeletak. Sementara korban yang mengetahui pelaku sudah pergi jauh kemudian langsung berusaha berdiri dan berteriak sekuatnya meminta pertolongan. Teriakan korban terdengar oleh warga sekitar, dan tidak berapa lama warga pun datang memberika pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Musirawas, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Karang Jaya Iptu TH Samosir menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 12 Juli 2009, atau lebih dari 10 tahun silam. Dan pada Selasa (08/10/2019) sekitar pukul 00.30, pelaku (Hendri) berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di Jalan Poros RT 08 Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau.

"Kami mendapat informasi keberadaan pelaku. Lalu kami bersama anggota dibantu Unit Pidum Satreskrim Polres Musirawas langsung melakukan penangkapan tersangka pelaku yang melakukan penganiayaan berat tersebut," kata Iptu TH Samosir, Rabu (09/10/2019).

Saat dilakukan penggerebekan kata Iptu TH Samosir, yang bersangkutan berupaya menghindar dari kepungan petugas. "Saat penggerbekan tersangka sempat berupaya melarikan diri dengan cara memanjat atap plafon rumah dan bersembunyi, kemudian tidak lama tersangka pun turun dan menyerahkan diri," ujarnya seraya menambahkan, setelah diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya. Adapun motifnya karena tersangka tersinggung dengan suami korban. Karena setiap kali berpapasan dengannya, suami korban sering tertawa-tawa seolah-olah mengejeknya. (zie)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved