Berita Pagaralam

Petani Bukan Dibantu Bibit, Tapi Alat Stek, Pemkot Pagaralam Realisasaikan Program 1 Juta Stek Kopi

Petani Bukan Dibantu Bibit Tapi Alat Stek, Program 1 Juta Stek Kopi Pagaralam Siap Direalisasikan

Petani Bukan Dibantu Bibit, Tapi Alat Stek, Pemkot Pagaralam Realisasaikan Program 1 Juta Stek Kopi
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
SOSIALISASI STEK KOPI : PLT Sekda Kota Pagaralam Syamsul Bhari Burlian saat melakukan sosialisasi program stek kopi kepada ratusan petani di Pagaralam. Kamis (10/10/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

Petani Bukan Dibantu Bibit, Tapi Alat Stek, Pemkot Pagaralam Realisasaikan Program 1 Juta Stek Kopi

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Setelah lebih darti satu tahun ditunggu oleh para petani Kopi di Pagaralam akhirnya dijadwalkan Oktober 2019 ini Program unggulan Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Alpian Maskoni dan Muhammad Fadli (AlFad) direalisasikan.

Program ini disambut baik oleh para petani Kopi di Pagaralam. Pasalnya para petani akan mendapat bantuan alat stek kopi dan akan dibayar oleh pemerintah saat stek kopi yang dilakukan petani hidup.

Pantauan sripoku.com, Kamis (10/10/2019) menyebutkan, realisasi program ini telah disosialisasikan kepada 42 Kelompok tani (Poktan) atau 632 orang penerima manfaat yang tersebar di empat kecamatan se Kota Pagaralam.

Keseringan Pakai Softlens, Artis Cantik Ini Panik Matanya tak Bisa Melihat, Kornea Luka Parah

Rafathar, Anak Raffi Ahmad dan Nagita Takut Sayuran, Kenali Penyebab Fobia & Cara Mengatasinya!

Sosok Syahril Alamsyah alias Abu Rara, Salah Satu Pelaku Penikaman Menkopolhukam Wiranto di Banten

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson didampingi Kabid Perkebunan, Rudianto mengatakan, bahwa sosialisasi ini merupakam tindak lanjut dari program 1 juta stek kopi dari Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam.

"Program ini akan mulai direalisasikan bulan ini. Maka bagi penerima manfaat atau petani kita berikan pengarahan untuk penyeragaman program ini," jelasnya.

Teknis dilapangan sendiri petani akan dibantu peralatan seperti Gergaji potong, Gunting, pisau stek serta platsik tungkup dan tali pengikat.

"Untuk bibit petani bebas memilih sesuai dengan keinginan petani. Pasalnya biasanya letak lahan akan berprngaruh pada bibit stek yang akan diambil agar hasilnya bagus," jelasnya.

Nantinya bibit yang stek (sambung pucuk) yang dikerjakan petani itu akan dibayar apabilah stek tersebut hidup dengan hitungan harga Rp2000 perbatang pangkal.

Berseteru dengan Luna Maya, Melaney Ricardo Akui Sampai Lakukan Hal Ini ke Genk Mentri Ceria!

Sempat tak ada Mengetahui, Kaesang Putra Presiden Jokowi Dapat 5.000 Dollar dari Kampus saat Wisuda

Wiranto Ditikam OTD, Polisi Brebes Sita Anak Panah dan Busur di Rumah Fitria Diana, Pelaku Penikaman

"Jadi kita hanya membayar stek yang dinyatakan hidup saja kepada petani. Satu batang hanya dihitung satu stek yang hidup saja," katanya

Namun hal ini bukan berarti tidak ada batas waktu yang diberikan kepada petani dalam melakukan stek kopi tersebut.

Pasalnya dikahwatirkan saat gagal atau mati petani akan kembali melakukan stek dengan harapan mendapat bayaran dari Dinas Pertanian.

"Untuk antisipasi kecurangan ini, kita suda ada tim yang melakukan pengawasan apakah stek tersebut hidup atau tidak. Kita juga melakukan pengawasan stek yang dilakukan sesuai dengan waktu yang kita tentukan," ungkapnya.

Untuk program ini Pemkot Pagaralam menggucurkan Rp2 Milyar lebih melalui APBD Satker Dinas Pertanian.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved