Muncul Badai Tropis Hagibis, Palembang Bakal Berselimut Asap Kembali

Secara regional, munculnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan mengakibatkan kembali adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah

Muncul Badai Tropis Hagibis, Palembang Bakal Berselimut Asap Kembali
SRIPOKU.COM/OCA
Jembatan Ampera hilang ditelan pekatnya kabut asap, Rabu (2/10/2019). 

PALEMBANG, SRIPO -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II memprediksi Palembang kembali bakal diselimuti kabut asap. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Bambang Beny Setyadi mengatakan angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang umumnya dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan 4-11 Knot atau 7-20 Km per Jam mengakibatkan potensi masuknya asap akibat kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunla) ke Palembang dan sekitarnya.

Sumber dari LAPAN, Rabu (9/10/2019) tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada wilayah Banyu Asin 1, Tulung Selapan dan Mesuji.

Intensitas Asap (Smoke) pagi hari terjadi pukul 04.00-07.00 WIb dan sore hari pukul 16.00-20.00 dikarenakan labilitas udara yang stabil atau tidak ada massa udara naik pada waktu-waktu tersebut.

Fenomena Asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye atau merah pada pagi dan sore hari.

Hal ini berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi partikel basah atau uap air sehingga membentuk fenomena Kabut Asap (Smog) yang umumnya terjadi pada pagi hari.

"Secara regional, munculnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan mengakibatkan kembali adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah badai tersebut, hal ini mengakibatkan penurunan potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel tiga hari ke depan yakni 10-12 Oktober," ujar Beny.

Sedangkan secara lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal awan konvektif akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, berbeda tiap tempat dan berpotensi petir disertai angin kencang.

BMKG Sumsel menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari pukul 04.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-20.00 seiring potensi peningkatan partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang.

Masyarakat juga dihimbau mengkonsumsi banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari karena posisi matahari berada di khatulistiwa.

"Kita juga menghimbau tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian, perkebunan dan tetap update peringatan dini cuaca ekstrim BMKG di aplikasi infoBMKG di smartphone anda seiring potensi angin kencang terutama di Sumsel bagian Barat," tutupnya. (cr26/tk)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved