Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar

Jika harga minyak curah dinaikkan membuat sulit bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar
sripoku.com/herwis
Ilustrasi minyak goreng 

PALEMBANG, SRIPO -- Mulai tahun 2020 mendatang, Pemerintah rencananya akan mulai memberlakukan kebijakan larangan minyak goreng curah beredar di pasaran. Meskipun begitu, masih ada waktu tenggat selama dua bulan terakhir di tahun 2019 ini untuk mensosialisasikannya kepada pedagang sebelum nantinya efektif dijalankan.

Sundari, salah seorang pedagang di kawasan Jalan Ade Irma mengaku mendukung jika nantinya memang diterapkan kebijakan minyak curah berkemasan. Hanya saja untuk harga jual semoga tidak mengalami kenaikan.

"Selama ini beli minyak curah karena harganya murah, apalagi untuk pedagang seperti saya minyak jadi bahan utama untuk masak makanan. Harganya jangan naik tapi yah," tuturnya.

Sebab, jika harga minyak curah dinaikkan membuat sulit bagi pedagang kecil seperti dirinya. Karena dari perbandingan harga minyak kemasan umumnya cenderung lebih mahal dibandingkan minyak curah. "Kalau sama seperti kemasan bisa bangkrut. Bukan untung malah buntung," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Yustianus menjelaskan, sejauh ini Dinas Perdagangan Sumsel belum menerima edaran resmi dari pihak Kementerian dan kebijakan tersebut pada dasarnya masih dikaji oleh Kementerian Perdagangan, namun rencana kebijakan tersebut dinilai mempunyai tujuan yang cukup baik. Salah satunya packing untuk minyak goreng curah akan mengarah ke minyak kemasan.

"Dengan dikemas dengan baik konsumen bisa melihat label nama perusahaan, kapan diproduksinya dan izin pemasarannya. Keamanan konsumen pun tentu lebih terjamin," jelasnya saat ditemui disela kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Mawardi Yahya, Rabu (9/10/2019).

Yustianus menambahkan, dari sisi harga baik minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan memiliki harga jual yang tidak jauh berbeda. Jika minyak goreng curah dijual dengan Rp 10 ribu perkilo sementara minyak kemasan dipasarkan dengan HargaEceran tertinggi (HET) Rp 10.500 ribu sampai Rp 11 Ribu perkilo.

"Jadi ini lebih kepada kemasannya. Karena masih ada tenggang waktu, kita harap produsen minyak curah bisa mempersiapkan alternatif kemasan untuk minyak curah yang lebih laik edar," katanya. (cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved