Legenda Bulu Tangkis Soroti Tindakan Indisipliner Praveen Jordan

Pria yang pernah meraih gelar juara dunia pada tahun 1995 tersebut menyayangkan tindakan indisipliner yang dibuat Praveen

Legenda Bulu Tangkis Soroti Tindakan Indisipliner Praveen Jordan
Warta Kota - Tribunnews.com
Paangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Oktavianti 

SRIPOKU.COM - Mantan atlet bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, mengkritik tindakan indisipliner yang dilakukan oleh Praveen Jordan.

Pria yang pernah meraih gelar juara dunia pada tahun 1995 tersebut menyayangkan tindakan indisipliner yang dibuat Praveen dan beberapa atlet lain sepanjang akhir pekan kemarin.

Seperti diketahui, Praveen dan beberapa atlet lain kedapatan meninggalkan asrama pelatnas tanpa sepengetahuan pelatih hingga larut malam pada Minggu (6/10/2019) kemarin.

Pemain yang kini dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti tersebut bahkan tidak tampak pada sesi latihan pagi yang dijadwalkan pada hari Senin (7/20/2019).

Hasil Australian Open 2019 - Menang Mudah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Lolos ke Semifinal

Hasil Korea Masters 2018 - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti Dihentikan Pasangan Tuan Rumah

Jadwal Semifinal Korea Masters 2018 Hari Ini, Praveen Jordan /Melati Jadi Pembuka Pertandingan

Menurut Hariyanto, seluruh atlet yang dipanggil untuk mengikuti pelatnas bulu tangkis seharusnya menaati peraturan-peraturan yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

"Kalau sudah masuk pelatnas, tugas atlet itu adalah beratih supaya bisa mencapai hasil yang maksimal di setiap pertandingan yang diikuti," tutur Hariyanto seperti dikutip Bolasport.com dari ANTARA.

"Jadi, aturan untuk mengikuti sesi latihan itu harus diikuti," lanjut atlet yang terkenal dengan smash 100 watt ini.

Hariyanto juga menuturkan bahwa membolos latihan adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang atlet, terlebih atlet yang masuk dalam program pelatnas PBSI.

"Apapun alasannya, yang namanya bolos latihan itu sama sekali tidak dibenarkan. Semua atlet yang ada di pelatnas seharusnya sudah tahu itu," tuturnya.

Mengenai sanksi yang harus diberikan kepada atlet indisipliner, Hariyanto menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih yakni Richard Mainaky.

"Kalau soal sanksi, itu harus dikomunikasikan lagi dengan pelatihnya," lanjut Hariyanto.

"Yang pasti, atlet-atlet itu sudah besar, bukan anak kecil lagi. Jadi harusnya sudah tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai pemain pelatnas bulu tangkis," tandasnya.

Sumber : Bolasport

Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved