Berita PALI

Cerita Kain Tabak dan Tari Dundang, Budaya Khas Kabupaten PALI yang Terlupakan

Cerita Kain Tabak dan Tari Dundang, Budaya Khas Kabupaten PALI yang Terlupakan

Cerita Kain Tabak dan Tari Dundang, Budaya Khas Kabupaten PALI yang Terlupakan
IST
Kain Tabak budaya khas Bumi Serapat Serasan di Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan P

SRIPOKU.COM, PALI -- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memang kaya akan adat dan budaya khas Bumi Serapat Serasan serta kearifan lokal yang tak dimiliki wilayah lain.

Namun begitu, seiring pesatnya kemajuan jaman, budaya serta adat istiadat sudah tidak tampak lagi ditampilkan atau dipertontonkan di depan umum. Sehingga diantaranya nyaris punah.

Seperti Tari Dundang dan kain Tabak, kesenian asal daerah Lematang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI nyaris tak terlihat lagi.

Kepala Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Saprin menceritakan, bahwa Kain Tabak ini tak bisa dipisahkan dengan Tari Dundang. Lantaran, kain Tabak merupakan pakaian khas yang dipakai penari ketika menampilkan pertunjukan.

Saprin mengatakan, Kain Tabak saat ini hanya tersisa satu, itu pun keberadaanya bukan lagi ada di Tanah Abang, melainkan berada di daerah tetangga yakni di Kota Prabumulih.

"Dari cerita nenek kami dulu, Kain Tabak ini ditenun warga Bumi Ayu dan Tanah Abang terutama daerah bantaran Sungai Lematang. Dibuat dari benang berkualitas dari serat kayu dan benang emas. Motifnya sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain. Tapi saat ini hanya tinggal satu," ungkap Saprin, Kamis (10/10/2019).

Daftar Nama-nama Penjual Songket di Sentral Industri Pengrajin Songket Tangga Buntung Palembang

Herman Deru Pastikan Sumsel Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 2020

Kejari Muba Tetapkan Tiga Tersangka Pembangunan Gudang Beku Yang Rugikan Negara Hingga Rp 500 Juta

Selain itu, Tari Dundang yakni, tarian khusus menyambut raja-raja itu, keberadaannya juga sudah lama tak muncul di khalayak umum.

Dari itu, kata Saprin, pihaknya selaku Pemerintah Desa akan terus mencari penari yang masih hidup agar bisa diteruskan ke generasi saat ini. Dimana, saat menarikan Tari Dundang, penari wajib memakai Kain Tabak.

Pihaknya bertambah semangat untuk kembali menghidupkan Tari Dundang dan Kain Tabak, seiring kabar masih adanya alat tenun yang tersimpan di rumah warga Desa Tanah Abang Utara, bahkan penenun Kain Tabak masih hidup. Meski sudah lanjut usia, namun beliau siap mengajarkan pembuatan Kain Tabak termasuk Tari Dundang.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved