Berita OKI

Warga Tulung Selapan OKI Ini Ditangkap Polisi karena Membuat e KTP dan NPWP Palsu

Reno (33) warga Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditangkap polisi karena telah memalsukan e KTP dan NPWP.

Warga Tulung Selapan OKI Ini Ditangkap Polisi karena Membuat e KTP dan NPWP Palsu
TRIBUN SUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Donni Eka Syaputra dan Reno (33) tersangka pembuatan KTP dan NPWP Palsu, saat melakukan press release di Mapolres OKI, Rabu (9/10/2019). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Reno (33) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditangkap polisi karena telah mencetak e KTP dan NPWP palsu.

Reno yang kesehariannya sebagai fotografer dan edit foto ini diduga sudah mencetak KTP dan NPWP palsu hingga 100 lembar.

Reno mengaku, hanya berbekal printer, laptop dan kertas PPC, ia mampu mencetak satu buah KTP palsu dalam sehari.

"Saya lakukan ini karena ekonomi yang sulit dan harus memenuhi kebutuhan anak istri," katanya, saat melakukan press release di Mapolres OKI, Rabu (9/10/2019).

Untuk datanya sendiri berasal dari warga yang meminta bantuan jasanya, dikirim melalui aplikasi whatsapp dan nanti hasilnya langsung dikirim kembali kepada pemesan.

"Satu lembar KTP dibayar Rp. 50 ribu hingga Rp150 ribu. Ada juga yang tidak diminta upah," jelasnya.

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Donni Eka Syaputra mengungkapkan, penangkapan ini berdasarkan laporan warga dan pelaku sudah berapa kali melakukan order melalui handpone.

"Untuk sementara pelakunya tunggal tapi masih akan kami dalami lebih jauh lagi," tegasnya.

Firmansyah sudah Tiga Hari Hilang di Sungai Enim Muaraenim Saat Mencari Ikan Bersama Rekannya

Dodi Reza Alex Noerdin akan Bawa Langsung Donasi Muba Rp 1 Miliar ke Jalur Gaza Palestina

Herman Deru : Kita Bangun Kehormatan Sepakbola di Sumsel

Ditambahkan Kapolres, hampir sebagian KTP dibuat kemudian digunakan untuk bisa melakukan transksi online dan penipuan.

"KTP tersebut biasanya digunakan untuk rental mobil dan penipuan dan transaksi pinjaman melalui online, dimana hal tersebut mengharuskan membuat data sesuai KTP palsu atas kejadian tersebut banyak orang yang tertipu," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved