Ubah Mindset Civitas Akademika: Tantangan Transformasi UIN ke IAIN RF, Buka Layanan Online

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof Sirozi menyebut transformasi dari IAIN Raden Fatah menjadi UIN Raden Fatah yang tela

Ubah Mindset Civitas Akademika: Tantangan Transformasi UIN ke IAIN RF, Buka Layanan Online
https://www.google.co.id
Kampus UIN RADEN FATAH Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof Sirozi menyebut transformasi dari IAIN Raden Fatah menjadi UIN Raden Fatah yang telah berjalan 5 tahun, menghadapi banyak tantangan.

"Tantangan pertama pengembangan SDM karena ketika kami menjadi UIN kami tidak hanya menambah 3 fakultas tapi juga menambah 17 prodi yang lahirnya secara sesar maksudnya langsung diberi izin oleh karena itu 3-4 tahun terakhir tugas kami memastikan 17 prodi semuanya terakreditasi," jelasnya di konferensi pers perayaan 5 tahun transformasi IAIN ke UIN RF di lantai 2 gedung rektorat UIN RF, Selasa (8/10).

750 Orang Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Melaksanakan KKN di Kabupaten Musi Banyuasin

BREAKING NEWS: Ratusan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Berunjukrasa di Polda Sumsel

Beberapa prodi baru tidak hanya sudah terakreditasi tapi bisa langsung terakreditasi B tapi yang lain masih berat dan segera dibenahi bukan hanya SDM tapi terkait banyak hal. "Misalnya 2016 saat saya baru menjadi rektor beberapa pejabat kampus waktu itu optimis sekali Insya Allah terakreditasi A institusi," katanya.

"Tapi ternyata ada beberapa perubahan yang sulit dihindari sehingga menyulitkan kami untuk merivisi, dan kami mengira kampus B UIN RF di Jakabaring 2018 itu sudah selesai karena kontraknya dari 2013 tapi ternyata ada kerumitan dan baru 65 persen berjalan pembangunannya tahun depan selesai," ujarnya.

Kemudian BANPT mengubah standar dari 7 sekarang menjadi standar 9 untuk penilaian akreditasi. "Sebagian besar 26 prodi terakreditasi B sejak Maret tapi ketika akan di reakreditasi A ada kendala sampai sekarang belum ada visitasi, katanya karena kendala dana sehingga tertunda," jelasnya.

Tantangan terberat lain dari rektor UIN RF pertama ingin mengubah mindset civitas akademika. "Sebagian besar pegawai kami sudah menjadi dosen dari IAIN sekarang sudah menjadi UIN jangan sampai atittudenya pada saat UIN menjadi IAIN," katanya.

"Kompetisi juga harus ditingkatkan lagi ini tantangan terberat kami Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ada keinginan untuk maju dan berubah sudah cukup banyak prestasi-prestasi akademik maupun non akademik. Kami juga menerapkan sistem paper less, semua sistem pelayanan serba online," ujarnya. (elm)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved