Modifikasi Cuaca Atasi Kabut Asap, 14,4 Ton Garam Telah Disemai Di Langit Sumsel

Modifikasi Cuaca Atasi Kabut Asap, 14,4 Ton Garam Telah Disemai Di Langit Sumsel

Modifikasi Cuaca Atasi Kabut Asap, 14,4 Ton Garam Telah Disemai Di Langit Sumsel
SRIPOKU.COM/dok
Tahapan operasi modifikasi cuaca. Tim gabungan terdiri dari unsur TNI, BPBD, BPPT MC menyiapkan bahan semai yang diangkut menggunakan pesawat Cassa. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kondisi kabut asap masih menyelimuti Provinsi Sumatera Selatan. Satu pesawat dari dua unit pesawat tipe Cassa A untuk Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) masih disiagakan.

Terhitung hingga 8 Oktober kemarin, 14,4 ton garam telah disemai di langit Sumsel dengan harapan modifikasi cuaca dan dukungan awan dengan potensi hujan bisa membasahi Bumi Sriwijaya.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, jumlah semaian garam tersebut dilakukan 18 kali penerbangan, dengan sekali terbang membawa 0,8 ton garam.

TMC dilakukan dibeberapa titik seperti Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Hasilnya cukup memuaskan meskipun itensitas curah hujan tidak seperti saat musim hujan pada umumnya.

Selain itu, Kesiapan Heli Waterboombing masih terus dilakukan, pada Rabu, (9/10/2019) heli yang dikerahkan sebanyak lima unit terdiri dari RA 22583(Bayung Lincir), VN 8426 (Bayung Lincir), Kamov UR CIO( Kebun Raya OI), UP 815 (Pedamaran), dan RDPL 34140 (Rambutan)

"Sementara ada dua heli yang off dan satu heli yang dalam tahap perawatan selama dua hari. Kemudian, dua unit Heli patroli yakni Pk DAM dan Cessna PK SNN," ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan Satelit LAPAN 9 Oktober 2019, terdapat 123 titik hotspot dan satu diantaranya menyumbang titik panas paling banyak yakni 71 titik. "Lokasinya di OKI, kemudian Muba 15 Titik dan Muaraenim 16 titik," tutup Ansori. (Cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved