Petani Karet Tewas Dibacok, Anaknya Nyaris Ditembak, Pelaku Sekumpulan Orang tak Dikenal

Seorang petani karet tewas dibacok orang tak dikenal. Anaknya yang hendak menyelamatkan hampir ditembak.

sripoku.com/reigan
Beberapa aparat keamanan ketika mengawal pengobatan terhadap korban pembacokan. 

Anak korban Wagiono berkata, bahwa dirinya saat itu baru pulang kerja dan melihat ayahnya sedang di aniaya oleh dua orang bertopeng menggunakan senjata tajam.

"Pas aku datang Bapak lah rubuh ditanah (Saat saya datang Bapak sudah tergeletak ditanah), terus aku teriak," ujar wagiono putra korban.

Saat wagio berteriak itulah para pelaku mencoba melarikan diri lantaran aksi mereka sudah diketahui.

"Tembak kau...," kata wagiono menirukan ucapan pelaku.

"Kawannyo ngomong jangan tembak, kito kabur bae, (temannya bilang jangan tembak, kita kabur saja," ujarnya.

Sementara, Lia yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Talang ubi mengatakan, korban tidak dapat terselamatkan lagi karena banyak kehabisan darah, dan mengalami luka robek akibat bacokan benda tajam.

"Ada luka di punggung kanan dan kiri atas, paha kiri, lengan kanan, semuanya luka menganga, korban sempat keritis saat di tiba d RSUD, namun korban tidak terselamatkan karena kehabisan darah," ungkap dokter Lia.

Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi, Ipda M Arafah berkata, bahwa saat ini pihaknya langsung menangani kasus tersebut dengan mengumpulkan data dari para saksi dan menyusuri lokasi kejadian.

"Kita terus berupaya untuk segera mungkin mengungkap kejadian ini. Doakan saja pelakunya segera bisa kita tangkap," ungkapnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved