Berita Palembang

Kemenkeu Gelontorkan Anggaran Rp 3,74 T untuk Pembangunan Infrastruktur di Sumsel, Ini Pembagiannya

Kemenkeu Gelontorkan Anggaran Rp 3,74 T untuk Pembangunan Infrastruktur di Sumsel, Ini Pembagiannya

Kemenkeu Gelontorkan Anggaran Rp 3,74 T untuk Pembangunan Infrastruktur di Sumsel, Ini Pembagiannya
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan RI Luky Alfirman seusai Penandatanganan Prasasti Gedung Rafah Tower di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Selasa (8/10/2019). 

Kemenkeu Gelontorkan Anggaran Rp 3,74 T untuk Pembangunan Infrastruktur di Sumsel, Ini Pembagiannya

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelontorkan anggaran sebesar Rp 3,74 Triliun di Sumsel melalui pembiayaan proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (8/10/2019).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan RI Luky Alfirman mengatakan, anggaran tersebut dibagi ke dalam sektor perkeretaapian Rp 1,11 triliun, sektor jalan Rp 1,3 triliun, sektor jembatan Rp 818 miliar, sektor pengelolaan sumberdaya air Rp 300 miliar, sektor pendidikan Rp 189 miliar dan lain-lain.

"Di Sumsel tahun 2019 anggaran yang sudah digelontorkan Rp 3,74 triliun. Anggaran itu dibagikan ke sektor jembatan, pendidikan, perkeretaapian dan lain-lain," ujarnya seusai Penandatanganan Prasasti Gedung Rafah Tower di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Ia menjelaskan, SBSN merupakan suatu instrumen yang diterbitkan pemerintah. Hal ini merupakan inovasi pembiayaan dari pemerintah berbentuk obligasi.

Gempi Tiba-tiba Minta Gading Marten dan Gisella Anastasia Tidur Bareng, Gisel dan Gading Kompak!

Melalui Program BSPS, 164 Warga Miskin di Pagaralam Dibangunkan Rumah Baru. Ini Persyaratannya

Di Hadapan Sang Isteri, Yogi Bunuh Jay, Kesal Lantaran Ditagih Utang

Obligasi yang diberikan pemerintah ini berbasis syariah dan memang digunakan untuk membangun infrastruktur.

"Membangun itu tidak mudah, memeliharanya juga tidak kalah tantangannya. Jadi setelah dibangun agar dipelihara dengan baik," tegasnya.

Luky mengungkapkan, Gedung Rafah Tower UIN Palembang dibangun dengan dana SBSN tahun anggaran 2018, dengan luas bangunan 7650 meter, yang terdiri dari Sembilan lantai.

Gedung ini digunakan untuk aktivitas pembelajaran, tempat pertemuan, perpustakaan dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved