Berita Ogan Ilir

Bapenda Ogan Ilir Bidik Pajak Air Tanah Untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ogan Ilir akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di Bumi Caram Seguguk.

Bapenda Ogan Ilir Bidik Pajak Air Tanah Untuk Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
SRIPOKU.COM/RESHA
Kasubbid Pemeriksaan dan Penertiban Bapenda Ogan Ilir, Hendra Wijaya. 

Laporan wartawan sripoku.com, SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Ogan Ilir akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada di Bumi Caram Seguguk. Satu dari beberapa aspek yang dibidik, yakni pajak Air Tanah.

Kasubbid Pemeriksaan dan Penertiban Bapenda Ogan Ilir, Hendra Wijaya mengatakan bahwa saat ini pihaknya menargetkan akan memasang alat berupa meteran, di 10 perusahaan.

Perusahaan tersebut, diketahui menggunakan air tanah melalui sumur bor, untuk operasional kantor.

"Tahap pertama ini akan kita pasang di 10 perusahaan, dalam waktu dekat," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, kategori perusahaan yang dikenai pajak adalah badan usaha yang diketahui menggunakan air tanah, untuk operasional mereka. Dan juga, perusahaan yang menggunakan air untuk kebutuhan usaha mereka.

"Jadi akan kita kenakan semua, saat ini baru 10 yang akan kita pasang meterannya. Kecuali masjid, sekolah dan kantor pemerintahan," ungkapnya.

Koramil 403-15 Belitang II OKU Timur Bantu Warga yang Belum Memiliki Jamban Sehat

Tak Cukup Hanya Cantik, Ini Modal yang Harus Dimiliki Putra Putri Sriwijaya Tahun 2019

Tokoh Presidium Pemekaran Ramaikan Bursa Pencalonan Pilkada Muratara 2020

Hendra mengatakan, sebelumnya pihak Bapenda telah menarik pajak kepada perusahaan yang menggunakan air tanah, tanpa alat atau meteran. Pihaknya hanya melihat dari tempat penampungan air, dan mengkalkulasikan penggunaan air tanah dsri tempat penyimpanan itu.

"Kalau menggunakan alat kan bisa lebih rinci dan transparan, karena pelaporannya secara digital," tegasnya.

Untuk tarif pajaknya, ia mengatakan ada rumus tertentu untuk menentukan berapa besaran pajak yang harus dibayarkan perusahaan. Yang jelas, rumusnya sebesar 20 persen dari Nilai Dasar Air yang dipakai.

Sejauh ini di awal hingga November 2019, pihaknya telah mencapai kisaran Rp100 juta dari Pajak Air Tanah tersebut. Ia berharap dengan pemasangan alat ini, pendapatan pajak daei Pajak Air Tanah dapat meningkat hingga 100 persen.

"Tahun ini ditargetkan Rp300 juta dari Pajak Tanah ini. Mudah-mudahan setelah pemasangan alat ini dapat levih dari 100 persen," jelasnya. (mg5)
Area lampiran

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved