Stunting

Stunting, Kenapa Penting ?

Akhir-akhir ini, sering mendengar istilah stunting di iklan di televisi, radio, topik di seminar hingga obrol kader kesehatan di posyandu.

Stunting, Kenapa Penting ?
ist
Khusnul Khotimah, SKM.,M.KM. 

Stunting, Kenapa Penting ?

Oleh : Khusnul Khotimah, SKM.,M.KM.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda, dan Sekretaris Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Akhir-akhir ini, sering terdengar istilah stunting di mana-mana.

Kita sering mendengarnya di iklan di televisi, radio, topik di seminar hingga obrolan kader kesehatan di posyandu.

Pem­bahasannya dari level pusat hingga daerah, dari presiden, menteri, kepala daerah hingga ibu-ibu PKK.

 Partisipasi juga diharapkan dari perusahaan besar hingga UMKM, dari organisasi wanita a­rah­an istri presiden hingga perkumpulan wanita dibawahnya.

Tak lupa organisasi profesi dan organisasi keagamaan pun dilibatkan. Sepenting itu kah stunting?

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan balita stunting sebesar 30,8 %, ar­ti­nya 3 dari 10 balita atau total 7 juta balita mengalami stunting di Indonesia.

Permasalahan gizi ba­lita lainnya adalah gizi kurang (2 dari 10 anak) dan gizi kurus (1 dari 10 anak). Ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia sebesar 48,9 %, sedangkan ibu hamil anemia cenderung melahirkan anak yang stunting.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved