Ranitidin Dianggap Picu Kanker, BPOM Tarik Beberapa Merk Obat Lambung dari Pasaran

BPOM menarik beberapa merk obat lambung karena mengandung Ranitidin, yang dianggap bisa memicu timbulnya kanker.

Ranitidin Dianggap Picu Kanker, BPOM Tarik Beberapa Merk Obat Lambung dari Pasaran
tribunnews.com
BPOM

SRIPOKU.COM - BPOM mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu kanker.

Keputusan penarikan ini merupakan buntut dari temuan Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency).

Dinyatakan bahwa senyawa ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dapat memicu kanker.

Awas! Hentikan Isi Ulang Air Minum pada Botol Plastik Kemasan Sekali Pakai, Risiko Picu Kanker

Tak Banyak yang Tahu, Ini 17 Manfaat dari Daun Kelor, Salah satunya Membantu Mengatasi Kanker

Pemeriksaan IVA Diyakini Mampu Mencegah Dini Kanker Serviks, Ayo Datang ke Puskesmas Ini, Gratis

Dikutip dari situs resmi situs resmi pom.go.id, ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

6 Risiko Tak Terduga Makan Malam Terlalu Larut, Bisa Bikin Gemuk hingga Menaikan Asam Lambung

Punya Maag? Inilah Menu Buka Puasa dan Sahur yang Baik Bagi Penderita Asam Lambung

Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia.

Dalam rangka kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada tanggal 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA.

Badan POM saat ini sedang melakukan pengambilan dan pengujian beberapa sampel produk ranitidin.

Produsen Tahu Berformalin Divonis Satu Bulan Penjara, BPOM Palembang Kecewa

PT Hexpharm Jaya Mendukung Gerakan Ayo Buang Sampah Obat yang Diselenggarakan oleh BPOM dan IAI

Waspada Penjualan Obat-Kosmetik Via Online; Diduga Banyak yang Ilegal, BPOM Akan Lakukan Tindakan

Halaman
123
Editor: Refly Permana
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved