Kualitas Udara Jakarta Lebih Baik dari Shenyang Cina, tapi Masih Duduki Peringkat Empat

Kualitas udara di Jakarta masih tidak sehat. Saat ini, ibu kota Indonesia itu berada di peringkat empat.

SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Jembatan Ampera tertutup kabut asap, Kamis (19/9/2019) pagi. 

SRIPOKU.COM - Berdasarkan data dari laman AirVisual.com pada pukul 08.20, kualitas udara Jakarta saat ini mencapai angka 155 berdasarkan AQI atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat.

AirVisual juga mencatatkan udara Jakarta secara keseluruhan mengandung polutan PM2,5 dengan kepadatan 63,1 mikrogram per meter kubik.

Sedangkan pada Senin pagi ini Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) belum merilis hasil pengukuran polutan PM2,5 di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kualitas Udara di Kabupaten OKU masih Nromal, Aktivitas Belajar Mengajar Berjalan Seperti Biasa

Kabut Asap Tipis dan Kualitas Udara Status Normal, Sekolah di OKU Timur tidak Libur

Kualitas Udara di Kecamatan Tanjung Agung dan Lawang Kidul Muaraenim Masuk Katagori tidak Sehat

Kota dengan kualitas udara terburuk pertama ditempati oleh Dhaka di Bangladesh dengan nilai AQI 231 dengan PM2,5 sebesar 94,1 mikrogram per meter kubik.

Pada posisi kedua ditempati oleh Hanoi di Vietnam dengan status udara tidak sehat. Bangkok memiliki kualitas udara dengan indeks 163 berdasarkan indeks AQI Kota Delhi di India menjadi kota ketiga dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 157.

Shenyang di China menempati urutan kelima untuk kualitas terburuk di dunia dengan nilai AQI 152.
Kemudian di posisi keenam ditempati oleh Taskent di Uzbekistan dengan AQI 127, Poznan di Polandia di posisi ketujuh dengan AQI 125.

Kabut Asap Ada Lagi, BPBD Muratara Yakini Kiriman Dari Tempat Lain

Bandara Diselimuti Kabut Asap, Pesawat Sempat Berputar-putar 22 Menit

Kabut Asap Bisa Timbul Lagi, Irwasum Mabes Polri Minta Stakeholder di Sumsel Tetap Koordinasi

Lalu Kolkata di India di posisi delapan dengan AQI 110, Kabul di Afghanistan di posisi sembilan dengan AQI 108 dan Hangzhou di China di posisi 10 dengab AQI 107.

Sejak Agustus 2019, masyarakat Jakarta terpaksa menghirup udara dengan kualitas udara yang tidak baik berdasarkan laporan kualitas udara di situs AirVisual.com.

Untuk meminimalisir efek negatif polusi udara terhadap kesehatan, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker bagi yang akan beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga disarankan untuk menutup jendela rumah dan menggunakan pemurni udara di dalam ruangan.

Bentengi Tubuh dari Paparan Polusi Udara, Begini Caranya

Efek Polusi Udara pada Janin, Bisa Melahiran Prematur dan Merusak Otak Secara Permanen

Selain Pernapasan, Polusi Udara Juga Mengancam Ginjal Kita

Mereka yang bepergian juga diharapkan bisa beralih ke transportasi massal atau menggunakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pagi Ini, Jakarta Ada di Peringkat 4 Kualitas Udara Terburuk Dunia"

Editor: Refly Permana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved