Berita Muaraenim

Ditahan Dalam Kasus Pemerasan, Mantan Karyawan PTBA Ini Sujud Syukur Setelah Dinyatakan Bebas

Ditahan Dalam Kasus Pemerasan, Mantan Karyawan PTBA Ini Sujud Syukur Setelah Dinyatakan Bebas

Ditahan Dalam Kasus Pemerasan,  Mantan Karyawan PTBA  Ini Sujud Syukur Setelah Dinyatakan Bebas
SRIPO/ardani
Sujud Syukur : Terdakwa Imron lakukan sujud syukur setelah divonis bebas oleh majelis hakim 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM,---Mantan karyawan PT BA Tbk Tanjungenim, Imron Yahidal, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim, langsung sujud syukur ketika divonis bebas oleh majelis hakim.

Terdakwa ditahan dalam kasus pemerasan terhadap Azis Koswara (karyawan PT BA Tbk Tanjungenim) di Pengadilan Negeri Muaraenim, Senin (7/10/2019) sekitar pukul 16.00.

Majelis hakim dipimpin Elvin Andrian SH MH dan hakim anggota Herianto Das’at SH MH, Hartati SH MH pada sidang lanjutan dalam amar putusannya mengatakan terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan dalam pasal 368 ayat 1 KUH Pidana dan dinyatakan bebas.

Mendengar putusan bebas tersebut terdakwa Imron Yahidal langsung mengucapkan syukur dan sujud syukur didepan majelis hakim.

Padahal sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ariansyah SH MH, mengajukan tuntutan kepada terdakwa selama empat tahun penjara.

Menurut Penasehat Hukum Terdakwa Gunawan Afriadi SH MH dan Farizal Hidayat SH, mengaku sangat lega dan puas atas putusan yang ditetapkan majelis hakim. Sebab pihaknya menilai putusan majelis hakim sudah tepat dan benar-benar adil.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa empat tahun penjara karen telah melanggar pasal 368 ayat 1 KUH Pidana pengancaman dan pemerasan. Namun dalam persidangan terdakwa tidak terbukti melakukan pemerasan dan pengancaman sehingga terdakwa lepas dari tuntutan.

Kemudian, dakwaan kedua pasal 369 KUH Pidana pengancaman dengan pencemaran nama baik, dan terbukti pada persidangan tersebut. Akan tetapi pasal 369 KUH Pidana merupakan delik aduan. Sesuai pasal 74 KUHAP mengatakan apabila delik aduan enam bulan melapor setelah diketahui kejadian itu maka dinyatakan kadaluarsa. Artinya pasal 368 tidak terbukti, pasal 369 juga gugur demi hukum sebab waktunya sudah kadarluasa.

“Dengan kata lain perbuatannya ada tetapi tidak dapat dipidana, karena terdakwa memang tidak pernah melakukan pengancaman kepada saksi korban,” tegasnya.

Dikatakan Gunawan, dari awal sidang digelar sidang pihaknya yakin terdakwa akan divonis bebas. Karena terdakwalah sebenarnya yang menjadi korban tetapi terdakwa malah dihukum. kedepan, pihaknya akan mempertimbangkan gugatan balik baik secara materil dan pidana.

Ditambahkan Imron, bahwa pihaknya benar-benar bersyukur dan puas dengan putusan majlis hakim, karena dirinya benar-benar tidak bersalah.

"Keluarganya sudah hancur, uang habis malah dihukum. Ini adalah jawaban atas doa orang yang terzhalimi," ujarnya.

Sementara itu, Bahren SH, kuasa hukum korban, mengaku kecewa atas putusan majelis hakim dengan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa. Karena JPU telah mengajukan tuntutan hukuman 4 tahun penjara. Atas putusan tersebut, pihaknya akan berupaya kepada JPU untuk melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Tuntutan JPU empat tahun, tetapi vonis bebas,” tegasnya.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved