BERITA EKSKLUSIF: Wirawan Rogoh Kocek Sendiri

Wirawan mengaku bingung Pemkot Palembang dalam hal ini dinas kebudayaan seakan tutup mata, tak memberikan perhatian.

BERITA EKSKLUSIF: Wirawan Rogoh Kocek Sendiri
SRIPO/ODI ARIA SAPUTRA
Beberapa wayang kulit Palembang yang dimiliki dalang Kiagung Wirawan Rusdi 

MESKI wayang Palembang merupakan salah satu kesenian khas Kota Palembang yang memiliki sejarah panjang, namun kenyataannya tak membuat Pemerintah Kota Palembang memberikan perhatian khusus kepada kesenian tersebut.

Kiagus Wirawan, satu-satunya dalang wayang Palembang yang tersisa kini mengatakan, pemerintah daerah minim memberikan perhatian dan bantuan. Bahkan, untuk melakukan perawatan wayang-wayang kulit tersebut ia harus merogoh kocek sendiri.

Wirawan mengaku bingung Pemkot Palembang dalam hal ini dinas kebudayaan seakan tutup mata, tak memberikan perhatian. Padahal wayang Palembang ini memiliki nilai sejarah sebagai kesenian peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.

"Kalau biaya pemeliharaan itu ya biaya sendiri. Saya juga bingung kenapa dinas kebudayaan tak memberikan bantuan," katanya, Jumat (4/10).

Diakuinya, untuk melakukan perawatan wayang terbilang cukup mudah. Sekitar satu bulan sekali ia biasanya mengeluarkan 100 tokoh pewayangan tersebut untuk membersihkannya.

Selain tak mendapatkan bantuan dalam perawatan, Wirawan juga prihatin terhadap Pemkot Palembang yang kini tak pernah lagi melibatkan kesenian wayang Palembang dalam setiap kegiatan festival daerah. Baik itu tingkat daerah, provinsi hingga nasional.

"Ini warisan nenek moyang, kalau tidak kita jaga ya hilang. Walau tak ada penampilan harus tetap kita lestarikan," tegas Wirawan.

Ia menjelaskan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bahkan telah mengakui wayang Palembang merupakan warisan budaya yang harus dijaga. UNESCO menganggap wayang Palembang merupakan warisan budaya tak benda

Badan khusus PBB ini pernah memberikan bantuan berupa 50 buah wayang dan enam buah gamelan pada tahun 2004. Bantuan tersebut pada masa itu menjadi tonggak awal hidupnya kembali wayang Palembang setelah sempat mati suri.

"Wayang-wayang ini dulu sempat ikut terbakar. Beruntung ada UNESCO yang mau membantu kita," ungkap Wirawan.

Sementara Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Palembang, Lisa Surya Andika mengaku, ke depan pihaknya bakal lebih memperhatikan lagi kesenian wayang Palembang yang kini nyaris punah tergerus zaman. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved