Musik Metal dan Dampak Baik dan Buruk Bagi Kesehatan

Musik metal memiliki alunan nada paling keras, dengan dentuman bertubi-tubi, suara gitar memekakkan telinga, dan vokalis yang suaranya melengking.

Musik Metal dan Dampak Baik dan Buruk Bagi Kesehatan
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi - Kelompok musik Metallica menggebrak Jakarta dalam konsernya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. 

SRIPOKU.COM - Dibandingkan dengan aliran musik lainnya, musik metal memiliki alunan nada paling keras, dengan dentuman bertubi-tubi, suara gitar memekakkan telinga, dan vokalis yang suaranya melengking.

Musisi maupun penggemarnya identik dengan segala hal berbau hitam, entah itu bajunya, make up-nya, hingga ornamen panggungnya.

Nah bila aliran musik lain seperti pop, klasikal atau jazz dianggap memiliki banyak manfaat dengan lantunan lagu chill-nya, bagaimana dengan musik metal?

Musik Metal Berisiko Bikin Remaja Depresi

Apakah Ibu Hamil Dengarkan Musik Metal Ganggu Sang Janin?

Sebelum mengetahui dampak musik metal untuk kesehatan mental, tak ada salahnya untuk mengenal karakteristik musik yang telah dipopulerkan sejak era ’60-an ini, seperti:
-Suara musik yang keras, berdistorsi dan berat
-Lirik seringkali emosional berisikan tema kemarahan, kecemasan, depresi, isolasi dari kehidupan sosial, hingga kesepian
-Lantunan gitar, bass, drum dan vokal yang agresif
-Lirik yang sulit didengar karena menggunakan teknik bernyanyi scream atau growl

Dengan karakteristik ini, bukan berarti musik metal tidak ada yang menggemari. Buktinya, band metal di dunia terus bertambah. Dengan demikian, jumlah penggemarnya terus melonjak.

Dampak positif musik metal untuk kesehatan mental
Menurut studi, bukannya menginspirasi orang untuk bertingkah agresif, musik metal justru mampu menenangkan para pendengarnya. Musik metal juga disebut mampu mengatur rasa sedih dan meningkatkan emosi positif.

Selain itu, studi yang sama menyatakan, musik metal mampu membantu pendengarnya menjelajah keseluruhan emosi yang dirasakan, sekaligus memunculkan perasaan aktif serta inspiratif.

Menurut riset, musik metal bahkan menyediakan tempat dan ruang yang bisa menerima Anda. Dari luar, musik metal memang tidak menampakkan “kebaikannya”, apalagi ketika melihat “ngerinya” gaya dan konsep yang diusung musisi serta penggemarnya.

Seorang peneliti yang sengaja datang ke konser metal, tanpa mengenakan atribut yang berbau metal sekalipun, masih merasa diterima di konser band metal.

Musik metal dan anak muda
Jika mendengar anak Anda mengunci dirinya di kamar sambil mendengarkan lagu metal, biasanya orangtua merasa terganggu serta khawatir akan kesehatan mental anaknya.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved