Berita OKU Timur

Sebagian Petani Sawah di OKU Timur Terpaksa Tinggalkan Lahan Sawah Miliknya karena Kekeringan

Musim kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan masyarakat OKU Timur mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sebagian Petani Sawah di OKU Timur Terpaksa Tinggalkan Lahan Sawah Miliknya karena Kekeringan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan lahan sawah warga mengalami kekeringan dan terpaksa ditinggalkan hingga musim penghujan tiba. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Musim kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan masyarakat OKU Timur mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Lahan yang mengalami kekeringan membuat warga terpaksa meninggalkannya sementara waktu hingga musim penghujan tiba.

Seperti lahan milik Hasyim (28) warga Sukaraja yang terpaksa dibiarkan mengering tanpa digarap karena mengalami kekurangan air.

Jika sebagian warga melakukan penggarapan dengan pengairan seadanya menggunakan pengairan dari sumur bor.

Berbeda dengan Hasyim yang terpaksa membiarkan lahan sawah miliknya karena tidak memiliki biaya untuk mengairi lahan sawahnya.

"Untuk mengairi lahan sawah menggunakan sumur bor membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena harus menggunakan diesel yang tidak sebentar. BBM yang digunakan bisa mencapai puluhan liter untuk mencukupi kebutuhan air lahan sawah," katanya.

Dirinya mengaku terpaksa membiarkan lahan sawah miliknya mengering dan tidak digarap hingga musim penghujan tiba.

Buron Selama 2 Tahun, Pelaku Pembunuhan di Jejawi OKI Ditangkap Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel

Anaknya Dicabuli, Pendatang dari Tangerang Ini Lapor Polisi, Katanya Pelaku Pegang Anunya Tiga Kali

Sehari Setelah Minum Tuak Bersama Dua Rekannya, Tukang Ojek di Muaraenim Ini Tewas di Kebun Karet

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Hasyim mengaku masih memiliki stok beras hasil panen sebelumnya yang sengaja disimpan untuk kebutuhan beberapa bulan kedepan.

"Namun jika kemarau berlangsung hingga bulan Desember kemungkinan stok beras yang ada tidak akan mencukupi bahkan bisa jadi kami terpaksa harus membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Ungkapan serupa dikatakan oleh Hamzah (43) warga Buay Madang yang terpaksa membiarkan lahan sawah miliknya kering karena kekurangan air akibat aliran irigasi Upper Komering dikeringkan sementara untuk perbaikan kerusakan dinding irigasi.

Menurutnya, pengeringan irigasi yang dilakukan setiap tahun memang terkadang menjadi dilema bagi petani.

Namun jika tidak demikian maka irigasi akan mengalami kerusakan dan akan berdampak lebih parah jika tidak dilakukan perbaikan.

"Jika diperbaiki tentunya dikeringkan secara total. Namun dampaknya petani tidak bisa menggarap lahan. Namun jika tidak diperbaiki, saluran irigasi bisa rusak parah dan petani akan mengalami kesulitan karena pengairan tentunya akan terganggu," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sementara petani terpaksa harus mencari pekerjaan serabutan mulai dari bekerja sebagai tukang bangunan hingga menjadi tukang arit pakan ternak. (hen).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved