Musim Kemarau, Babi Hutan Lebih Ganas, Penyadap Karet Wajib Hati-hati

Salah satu alasan babi hutan lebh ganas karena faktor cuaca. Warga diimbau untuk waspada.

Musim Kemarau, Babi Hutan Lebih Ganas, Penyadap Karet Wajib Hati-hati
tribunsumsel/eko
Babi hutan yang menewaskan seorang petani karet di Musi Rawas. 

Namun, usahanya sia-sia karena babi hutan dengan ganasnya terus mengigit badan korban. Karena tidak bisa menolong, keponakannya meminta pertolongan keluarga dan warga setempat.

Selanjutnya keluarga dan warga setempat datang kelokasi. Melihat babi hutan masih terus menyerang
tanpa pikir panjang keluarga dan warga langsung memukul dan membunuhnya.

Lahan Sawah Diserang Hama, Bupati OKU Timur H Kholid MD Turun Langsung dan Berikan Solusi ke Petani

715,75 Hektare Sawah Petani di Kabupaten OKU Timur Diserang Hama Wereng Batang Cokelat (WBC)

Setelah babi mati, barulah tubuh korban terlepas, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Ciptodadi untuk mendapatkan pertolongan medis dengan mengendarai motor.

Tiba dipuskesmas, petugas puskesmas langsung melakukan tindakan medis. Tapi sayang korban tidak bisa diselamatkan karena mengalami luka disekujur tubuh diduga dan telah mengeluarkan banyak darah.

Terkait kejadian itu, Rosidi mengimbau, kepada masyarakat diwilayah itu untuk lebih berhati-hati. Terutama saat melakukan aktifitas di kebun ataupun ketika sedang berladang

Sebab penyerangan babi hutan ini bisa terjadi kapan saja. Mengingat saat ini masih musim kemarau dan hewan-hewan liar banyak kekurangan makanan.

"Babi itu makannya cacing, banyaknya dirawa-rawa, jadi karena sumber makanannya habis lebih
cenderung ganas. Takutnya warga beraktifitas diserang lagi," katanya.

Penulis: Eko

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved