Melihat Sekolah Filial di Palembang; Siswa Tak Dipaksakan Mengerti Pelajaran

Kepala SDN 238 Palembang Niswaini Corie mengatakan, belajar mengajar untuk siswa siswi program sekolah filial sudah berjalan selama 3 hari.

Melihat Sekolah Filial di Palembang; Siswa Tak Dipaksakan Mengerti Pelajaran
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Seorang guru memberikan penjelasan mata pelajaran di hadapan siswa sekolah filial yang digelar di SD Negeri 238 Palembang, Kamis (3/10). Di sekolah ini ada 12 siswa yang hadir dari 39 siswa yang terdaftar sebagai siswa sekolah filial. 

BEBERAPA siswa tampak menyimak pelajaran yang diberikan guru. Namun mereka bukannya belajar di ruang kelas, melainkan di teras SD Negeri 238 Palembang. Mereka adalah para siswa sekolah filial yang diselenggarakan Pemkot Palembang sejak beberapa waktu lalu untuk para anak putus sekolah dan anak jalanan.

********

Salah satu siswa yang ikut sekolah filial itu adalah Clara Marta Dwiyanti. Ia berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 lalu melanjutkan di sekolah filial ini. Namun hal demikian tak membuat Clara Marta Dwiyanti malu. Bahkan ia merasa lebih bersemangat untuk belajar dan menuntaskan sekolahnya.

Saat belajar di SD Negeri 238 Palembang yang merupakan sekolah induk tingkat SD dari sekolah filial, Clara terlihat serius memperhatikan guru yang menjelaskan pelajaran. Meski tempat belajarnya di teras kelas, namun tak mengurangi minatnya.

"Tadi habis mid semester lanjut belajar seperti biasa. Saat belajar seperti ini saya bersyukur bisa lanjut sekolah lagi belajar bersama teman-teman yang lain, kenal banyak teman juga," kata Clara saat dibincangi Tribun, Kamis (3/10).

Anak kedua dari bersaudara ini mengaku dulu sebelum lanjut sekolah lagi di sekolah filial, sempat belajar di SDN 118 Palembang di Jalan Sukabangun II Soak Simpur. "Sempet belajar di SDN 118, tapi waktu itu gak ada yang nganter ke sekolah jadi gak lanjut sekolah lagi," ujarnya berterus terang.

Namun menurutnya sekarang berbeda. Ia senang bisa belajar lagi. "Saya senang bisa lanjut belajar lagi, dan berjanji akan mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah dan berharap tidak lagi putus sekolah," katanya.

Kepala SDN 238 Palembang Niswaini Corie mengatakan, belajar mengajar untuk siswa siswi program sekolah filial sudah berjalan selama 3 hari. "Total yang daftar SD ini ada 39 orang tapi yang datang hanya 12 orang saja," ujarnya saat ditemui di ruangannya.

"Rincian kelas 6 ada 1 orang, kelas 5 ada 1 orang, sisanya kelas 4 ada 10 orang. Kami gabungkan mereka bersama siswa reguler supaya bisa dapat teman tapi tadi sempat belajar di teras kelas karena ruang kelas kami terbatas sedang dibangun namun tak membuat guru dan anak-anak ini (siswa sekolah filial) malas belajar," jelasnya.

Sementara terkait guru yang mengajar siswa yang mengikuti sekolah filial ini, Niswaini sudah membagi dan mengatur guru-gurunya. "Yang kelas 4 diajar guru kelas 4, begitu pula kelas 5 dan 6 ada gurunya masing-masing," ujarnya.

"Saat belajar pun kami tak menekan mereka agar bisa mengerti dengan pelajaran namun kami berikan kelonggaran agar mereka tak merasa jenuh. Mereka kan sudah lama gak belajar di sekolah jadi kita sebagai guru harus mengerti juga dengan keadaan mereka," katanya.

Untuk seragam dan lainnya, pihak sekolah membantu siswa dan siswi dari program sekolah filial ini dengan memberikan baju batik. "Wali siswa juga ada yang bantu, untuk bantuan yang bertahap ya karena gak bisa langsung keluar dananya," ujarnya. (melisa wulandari)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved