PKBM Kasih Ibu Pertiwi Hadir di PALI, Solusi Bagi Warga Putus Sekolah, Berminat Silahkan Daftar

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kasih Ibu Pertiwi kini hadir di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) guna memberikan solusi paket bela

PKBM Kasih Ibu Pertiwi Hadir di PALI, Solusi Bagi Warga Putus Sekolah, Berminat Silahkan Daftar
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Proses belajar mengajar siswa PKBM Kasih Ibu Pertiwi di Kabupaten PALI. 

SRIPOKU.COM, PALI -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kasih Ibu Pertiwi kini hadir di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) guna memberikan solusi paket belajar bagi masyarakat putus sekolah, Kamis (3/10/2019).

Pembina PKBM Kasih Ibu Pertiwi, Egi Ernawan mengatakan, kekinian PKBM sudah ada siswa berjumlah total 443 orang yang sudah mulai belajar.

"Saat ini PKBM sudah ada 4 (empat) kelompok belajar, yakni di Desa Purun Sukarami, Desa Modong dan Pusatnya di Desa Karang Agung," ungkap Egi, Kamis.

Dimana, menurut Egi, PKBM adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan.

Siswa yang berminat belajar, kata Egi, masih banyak yang antusias. Dimana, siswa PKBM yang sudah terdata yang paling muda berumur 15 tahun dan 45 tahun yang paling tua.

Proses belajar mengajar sendiri, jelas Egi PKBM masih menumpang di sekolah reguler seperti di Desa Purun di SMP 4 Penukal serta SDN 5 Karang Agung.

Dimana, setiap kelompok belajar seperti SD ada 24 siswa, tingkat SMP dan SMA ada 35 siswa.

"Proses belajar mengajarnya sama seperti biasa satu semester 6 bulan. Dimana, belajarnya 3 kali dalam satu minggu," ungkapnya.

Semantara untuk Ijazahnya, resmi dari kementrian yakni ada NPSN (Nomor Pokok Satuan Pendidikan).

Egi menjelaskan bagi masyarakat yang berminat untuk ikut PKBM silahkan mendaftar masing-masing di empat Pokja yang disediakan.

Namun bagi masyarakat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, silahkan mendaftarkan diri ke alamat Egi Ernawan di alamat, Jalan Merdeka Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi tepatnya di sebelah rumah Pak Asrohi Ketua Diskominfo PALI.

"Kita hadir memang untuk warga putus sekolah dan buta aksara. Proses belajar seperti biasa, namun kita utamakan keterampilan, seperti menjahit dan memasak dan sebagainya. Jadi bagi berminat silahkan mendaftar ke kita," ujarnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved