Berita OKU Selatan

Ribuan Ikan di Sungai Selabung OKU Selatan Mati Mendadak, Penyebar 'Nyantaw' Siap-siap Kena Pidana

Ribuan Ikan di Sungai Selabung OKU Selatan Mati Mendadak, Penyebar 'Nyantaw' Siap-siap Kena Pidana

Ribuan Ikan di Sungai Selabung OKU Selatan Mati Mendadak, Penyebar 'Nyantaw' Siap-siap Kena Pidana
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
warga Desa Kuripan dihebohkan banyak ikan mati di Sungai Selabung OKU Selatan / Ribuan Ikan di Sungai Selabung OKU Selatan Mati Mendadak, Penyebar 'Nyantaw' Siap-siap Kena Pidana 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah

Ribuan Ikan di Sungai Selabung OKU Selatan Mati Mendadak, Penyebar 'Nyantaw' Siap-siap Kena Pidana

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Ribuan ikan mendadak mati atas tindakan diduga pengracunan terhadap ekosistem ikan di Sungai Selabung Kecamatan Tiga Dihaji mendapat Kecaman dari berbagai pihak termasuk warga dan tokoh masyarakat setempat.

Pengracunan yang menyebabkan ikan mendadak mati, dari anak-anak hingga induk ikan tersebut dinilai bakal merusak perkembangan ekosistem ikan yang berdampak pada ekosistem di Sungai Selabung tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Marga Tiga Dihaji yang menjabat sebagai ketua PDIP OKU Selatan Choirinda, M. Chon menyayangkan tindakan oknum masyarakat yang meracuni ikan tersebut yang memiliki dampak kedepan nya.

"Informasi dari warga itu diracuni dengan dibius dengan potas, kita sangat menyayangkan tindakan seperti itu,"ungkapnya, Dikonfirmasi Sripoku com, Rabu (2/10/2019).

Cara Menurunkan Berat Badan, Lakukan dengan Rutin 7 Tips Ini, Dijamin Tubuh Ideal dan Tetap Sehat!

Sopir Truk Sang Mantan Papa Muda Dibawa ke Tukang Urut, Adu Kambing di Jalan Lintas Rupit Muratara

Pria Asal Kikim Lahat Ini Kayuh Sepeda Ontel Keliling Indonesia, Target 4 Bulan Tiba ke Raja Ampat

Dikatakannya perbuatan meracuni ikan yang jelas melanggar hukum tersebut harus mesti ditindaklanjuti oleh pihak berwajib, yang dinilai memiliki dampak terhadap pencemaran di aliran sungai tersebut.

"Kita serahkan kepada pihak yang berwajib, sebab itu memiliki dampak yang cukup besar pada ekosistem ikan dan pencemaran Sungai,"Tambahnya.

Kendati demikian, ramai diperbincangkan, Camat Buay Sandang Aji (BSA) Inada menanggapi dengan membantah tindakan tersebut merupakan pengracunan ikan dengan menggunakan bius zat kimia potas, menurut Inada warga setempat melakukan 'nyantaw' dengan menggunakan santan kelapa, yang enggan menyebutkan dari Desa mana.

"Bukan dipotas, warga menggunaka santan kelapa yang disebut warga 'Nyantaw, kalau dari desa mana belum tahu," terang Camat Inada mengaku telah mengunjungi lokasi.

Mengenal Sosok Syekh Ali Jaber, Pendakwah dari Madinah Hafal Al Quran Sejak Usia 13 Tahun

Membatik untuk Negeri, Wujud Cinta kepada Batik Indonesia- Jokowi Ikut Membatik Bersama 500 Pembatik

Pilu Asmara Gisella Anastasia Saat Wijaya Saputra Belum Mau Nikahi Ex Gading, Terungkap Alasannya

Halaman
12
Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved