Gelontorkan Rp 394 Miliar Restorasi Sungai Sekanak

Setelah dilakukan pemaparan Ketua Tim Kegiatan Perencanaan restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro, Agung Setiono, Selasa (1/10/2019), teka-teki biaya yang

Gelontorkan Rp 394 Miliar Restorasi Sungai Sekanak
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Kondisi Sungai Sekanak Palembang pada tahap pertama pasca restorasi, Selasa (22/1/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah dilakukan pemaparan Ketua Tim Kegiatan Perencanaan restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro, Agung Setiono, Selasa (1/10/2019), teka-teki biaya yang diperlukan dalam merestorasi sungai tersebut terkuat. Setidaknya akan didigelontorkan dana Rp 394 miliar.

"Hari ini, kita sudah mendengarkan paparan dari konsultan dan ini sudah final dari kajian DED yang telah dibuat dan kita juga sudah banyak dengarkan masukan-masukan untuk restorasi ini," ujarnya. Kata Harno, dari hasil DED ini dana yang diperlukan sebesar Rp 394 miliar yang akan dibiayai oleh Kementrian PU ."Setelah hasil DED ini final, maka akan kita bawa ke kementrian untuk dilaporkan," jelasnya.

Proyek Restorasi Sungai Sekanak Palembang Dimulai, Warga Bongkar Rumahnya Sendiri

Restorasi Sungai Sekanak, Warga Keluhkan Dana Perbaikan Dari Pemerintah Terlalu Kecil

Ia menjelaskan dengan dana sebesar ini, restorasi sungai sekanak -lambidaro ini akan menjadi sesuatu yang sangat indah. "Mulai dari transportasi, lingkungan, dermaga, ada taman disepanjang aliran sungai ini. Pokoknya kesan kumuh tidak akan ada lagi. Kalau sekarang ada rumah yang membelakangi sungai nantinya tidak ada lagi," ungkap dia.

Dengan hasil ini maka mega proyek pembangunan restorasi sungai Sekanak-Lambidaro ini ditargetkan selesai pada tahun 2021.

"Kita optimis target 2021 ini akan selesai dan 2022 menjadi destinasi wisata di kota Palembang," ungkap dia. Ketua Tim Kegiatan Perencanaan restorasi Sungai Sekanak-Lambidaro, Agung Setiono mengatakan final DED ini sudah dilakukan dengan sempurna.

"Untuk dana ini sudah fix sebesar Rp 394 miliar untuk merestorasi sungai sekanak lambidaro ini," jelasnya.

Kata dia, dana ini belum termasuk pembebasan lahan karena masalah pembebasan lahan ini dilakukan oleh Pemkot. Agung menjelaskan restorasi ini memang memakan biaya yang sangat besar. "Terutama dalam pembangunan turap atau dinding sungai, landsceape dan normalisasi yang hampir menelan biaya hampir 50 persen lebih dari dana yang diperlukan itu," jelasnya.

Ia mengatakan restorasi ini selain sebagai pengendali banjir juga dijadikan objek wisata. "Sekanak Lambidaro ini dulu pernah dilakukan perencanaan-perencanaannya oleh balai besar wilayah sungai. Dulu sekanak lambidaro itu terpisah sekarang dijadikan satu," jelasnya.

Di Lambidaro banyak sekali banyak kolam atau rawa alami yang harus kembalikan sebagai sebagaimana fungsinya. "Ada tiga tahapan pelaksanaan pekerjaan ini yakni tahap satu yakni diantaranya melakukan pembangunan perkuatan tebing sekmen muara sungai sampai dengan Hotel Santika," jelasnya.

Tahap kedua, melakukan normalisasi atau galian alur sungai sekmen muara sungai Lambidaro sampai jalan Sukarno Hatta. Tahap ketiga yakni melakukan normalisasi dan pembangunan landscaping sepanjang sekmen jalan Sukarno Hatta sampai Hotel Santika.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang untuk pembebasan lahan tahun ini baru dianggarkan Rp 10 miliar. "Untuk secara keseluruhan masih dihitung oleh KJPP," ungkap dia. Ia mengakui masih ada beberapa lahan atau persil lagi yang belum dibebaskan karena menunggu hasil KJPP ini. "Ada beberapa persil di beberapa sekanak dan bukit kecil. Dan kita tagetkan masalah lahan ini tahun 2020 akan selesai," bebernya.

Bastari menegaskan, secepatnya pihaknya akan memaparkan hasil DED ini ke kementrian. "Hasil rapat ini untuk bahan kita melakukan pemaparan ke kementrian pada minggu mendatang," pungkasnya. (ts-rie)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved