Ratusan Warga Ulak Pandan Berkumpul di Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Tolak Blasting

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, warga Ulak Pandan gelar gotong royong di Taman Pemakaman Umum.

Ratusan Warga Ulak Pandan Berkumpul di Hari Kesaktian Pancasila, Tegaskan Tolak Blasting
sripoku.com/ehdi amin
Ratusan warga Desa Ulak Pandan, Merapi Barat, Lahat saat berkumpul di TPU sebelum bergotong royong. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Warga Desa Ulak Pandan (Ulpa) Merapi Barat Lahat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 dengan cara berkumpul.

Warga yang jumlahnya ratusan ini beramai-ramai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa, untuk melaksanakan Gotong Royong.

Tujuannya, untuk menumbuhkan rasa patriotisme cinta terhadap daerah dan negara.

Diperingati Setiap 1 Oktober, Ini 4 fakta Penting Wajib Diketahui tentang Hari Kesaktian Pancasila

Asal-usul 1 Oktober dan Peritiwa Pilu Hingga Ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila

Ketua BPD Desa Ulpa, Ahmad Tarmizi Arsal, mengatakan ratusan warga yang datang juga bersama dengan seluruh unsur Pemerintah Desa, BPD, LPM, lembaga adat, dan karang taruna desa sepakat menolak keras blasting, atau peledakan eksploitasi pertambangan) di wilayah Desa Ulak Pandan.

Kemudian, melarang adanya galian atau pengambilan batu (golongan C) yang menggunakan alat berat di wilayah desa.

Senada, Ketua LPM Desa Ulak Pandan, Salman, menuturkan budaya gotong royong dan musyawarah mufakat harus terus dilestarikan.

Itu juga menjadi benteng bagi masyarakat dalam merawat NKRI sehingga tidak mudah dipecah belah oleh orang-orang yang ingin merusak persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Ratusan Karyawan PLN Donorkan Darahnya Pada HUT Pertambangan dan Energi ke-74

Beroperasi Ilegal, Pemprov Sumsel Cabut Izin Usaha Pertambangan Ratusan Perusahaan Batubara

Dapat Kabar Akan Adanya Blasting , Warga Merapi-Lahat Tolak dan Pantau Bukit Serelo

Ditambahkanya, tepat di Hari Kesaktian Pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur.

"Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved