Berita OKU Timur

Tak Ada Obat Virus Rabies yang Sampai Ke Otak

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKU Timur melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan yang berpotensi menyebarkan rabies.

Tak Ada Obat Virus Rabies yang Sampai Ke Otak
Sripoku.com/Dok
3 Dokter Hewan di Muba Melayani Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit rabies yang disebabkan oleh gigitan hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten OKU Timur melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan yang berpotensi menyebarkan rabies. Selain melakukan vaksinasi terhadap hewan liar, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan.

“Kami memiliki obat vaksinasi dan eliminasi untuk membebaskan OKU Timur dari rabies. Jadi diharapkan kesadaran warga masyarakat untuk secara rutin memberi vaksinasi terhadap hewan kesayangan, apabila ada anjing liar ataupun sengaja diliarkan maka akan tereliminasi,” ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten OKU Timur Tubagus Sunarseno melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Muhammad Irsadi dikonfirmasi Minggu (29/9).

Menurut Irsyadi, penyakit rabies menjadi perhatian banyak kalangan karena apabila virus tersebut sudah mencapai ke otak maka orang atau hewan yang terkena rabies tidak bisa lagi diobati

“Kecepatan virus untuk ke otak manusia tergantung dari jauh dekatnya gigitan hewan yang terkena rabies dan juga contain ataupun jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh orang yang tergigit,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sebagai gambaran kecepatan virus rabies ke otak manusia berdasarkan letak gigitan adalah 1 sampai 2 centimeter (cm). Misal orang dengan tinggi 180 cm digigit anjing gila (rabies) dikaki bagian bawah maka virus akan sampai ke otak antara 90 sampai 180 hari.

“Jadi orang yang tergigit anjing gila (rabies) itu kadang-kadang lupa bahwa dia pernah tergigit anjing, karena virus mencapai otak tiga sampai enam bulan berikutnya,” jelasnya. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved