Joko Siswanto Minta Fakultas Hukum Unitas Unjuk Gigi Bahas RUU yang Ramai Jadi Problematik

Joko Siswanto Minta Fakultas Hukum Unitas Unjuk Gigi Bahas RUU yang Ramai Jadi Problematik

Joko Siswanto Minta Fakultas Hukum Unitas Unjuk Gigi Bahas RUU yang Ramai Jadi Problematik
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Drs Ki Joko Siswanto MSi, DR Ki Azwar Agus SH MHum, Ki Yuli Rohbiyanto SPd MPd berfoto bareng 19 sarjana baru FH Unitas Palembang ke-34 yang mendapat predikat pujian. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Rektor Unitas Palembang Drs Ki Joko Siswanto MSi meminta agar Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Palembang bisa unjuk gigi ikut kajian membahas Rancangan Undang-Undang yang ramai menjadi problematik saat ini.

Sebelumnya Joko mengingatkan dalam proses penegakan hukum ada 3 hal yang patut diperhatikan di hadapan 75 sarjana baru pada pelantikan ke-34 Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Palembang, Sabtu (28/9/2019).

"Materi hukum ada problematika yang meresahkan menimbulkan protes. Seperti UU KPK yang sudah disahkan maupun RUU yang masih ditangguhkan," kata Jokom

Ada RUU KUHP yang masih mengandung promblematika. Seperti kumpul kebo, tigas pembiaran, korupsi, pembinaan terhadap presiden, bendera. Yang tidak pernah mengajak publik untuk pembahasannya, tidak pernah disosialisasikan.

Makanya yang punya ayam mencari makan di tempat tetangga bisa kena penjara. Hubungan suami istri, kalau tidak mau hubungan intim, nanti dibilang memperkosa.

"Oleh karena itu kami mohon kalau ada kemauan, ada kemampuan untuk membahas RUU ini. Tunjukkan gigihnya bahwa Universitas Taman Siswa Palembang mampu melakukan pembahasan ini," seru Joko Siswanto.

Menurutnya menjadi penegak hukum nantinya jadi tantangan. Kunci utama agar hukum bisa bicara adil. Pembicaraan yang minor, membela yang bayar. Ia berpesan agar tegakkanlah keadilan sesuai dengan fakta hukum.

"Masyarakat kita masih lemah, masih ikut arus. Masih menghindari hukum. Kalau kita berhadapan harus dihadapi ksatria. Sebagai sarjana hukum bisa memberikan penyadaran masyarakat agar yang tidak sesuai dengan budaya hukum agar dihindari," kata Joko.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Palembang DR Ki Azwar Agus SH MHum mengatakan Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa Palembang pada pelantikan ke-34 ini meluluskan 75 sarjana baru. Dengan demikian telah tercatat 1.448 sarjana.

"FH Unitas Palembang ini tercatat Akreditasi B dari Badan Akreditasi. Para Alumni kita saat ini banyak terserap di bidang pekerjaan dan profesi hukum.. Seperti Hakim, Jaksa, Polisi dan Advokat/pengacara. Saat ini sudah ratusan alumni FH Unitas menjadi Advokat Peradi. Artinya, lulusan FH Unitas tidak hanya sebagai pekerja tapi juga menciptakan lapangan kerja dan mereka dapat bersaing dengan lulusan FH lain," kata Azwar Agus.

Rektor Unitas Palembang Drs Ki Joko Siswanto MSi juga mengajak untuk mensyukuri atas pelantikan sarjana hukum ke-34 ini.

"Kami pihak rektorat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya apa yang telah diraih yang membawa harum kampus. Semoga bisa ditingkatkan. Saya bangga hari ini telah dilantik sarjana baru lagi," kata Joko.

Pihaknya mendoakan SH bukan susah hidup, tapi sugih harta. Akan dinaikkan derajat baik kemampuan harta dan finansial.

Ketua (Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Taman Siswa (BPPTTS) Ki Yuli Rohbiyanto SPd MPd berharap nanti akan dipasang awning sehingga tidak perlu lagi bongkar pasang tenda untuk acara yudisium seperti ini. Sebanyak 19 Sarjana Baru mendapat penghargaan dengan predikat pujian.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved