Gubernur Jamin Sumsel Kondusif, Saya Siap Jadi Mediator

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mastikan kondisi Sumsel tetap kondusif dan meminta semua pihak untuk dapat bersabar.

Gubernur Jamin Sumsel Kondusif, Saya Siap Jadi Mediator
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru berbicara di hadapan sejumlah mahasiswa di Palembang beberapa hari lalu. 

PALEMBANG, SRIPO -- Ditengah kondisi pro-kontra terkait Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU KPK di Indonesia, terlebih demo ribuan mahasiswa yang berakhir ricuh di Palembang kemarin.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mastikan kondisi Sumsel tetap kondusif dan meminta semua pihak untuk dapat bersabar. Ia pun siap jika harus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.

"Sebenarnya pengesahan ini memang ditunda, maka selalu saya ingatkan manajemen penyampaian bisa delegasi, perorangan dan bisa surat menyurat namun urusan ramai-ramai ini perlu dipikirkan adalah keselamatan, dampaknya dan keamanan. Kalau bisa disampaikan dengan mudah kenapa harus ramai-ramai apalagi tema tersebut sudah diutarakan Presiden untuk ditunda," jelasnya.

Oleh karenanya, Gubernur meminta agar dapat dipisahkan dahulu masalah Provinsi dan Nasional, jangan diaduk-aduk. Terlebih, sebagai warga negara Indonesia yang memiliki aturan berupa Undang-Undang dan produk UU tersebut dibuat oleh DPR RI.

"UU KPK sudah disahkan, beda dengan RKUHP yang memang belum disahkan kecuali jika sudah disahkan satu-satu jalan untuk membatalkannya MK. Inilah yang akan saya sampaikan kepada masyarakat. Saya siap menjadi mediator aspirasi masyarakat Sumsel untuk meminta RKUHP ditunda," tegasnya.

Dengan banyaknya dampak pasca ricuh demo mahasiswa kemarin, Deru mengatakan, jika perusakan tersebut disebabkan oleh tindakan perorangan maka akan menjadi tanggungjawab personal.

Pesan singkat melalui WhatsApp yang berisi ajakan siswa SMK/SMA ikut aksi demonstrasi mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo. Ia meminta agar pelajar SMA dan SMK tak terpancing ajakan demo tersebut, dan kepala sekolah diminta mengawasi para pelajar.

"Hoaks itu tidak benar adanya. Anak-anak didik di sekolah negeri dan swasta baik SMA maupun SMK jangan mudah terprovokasi ajakan untuk demo," katanya, Rabu (25/9).

"Tugas anak-anak ini adalah belajar menimba ilmu di sekolah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nantinya,” tambah Widodo.

Sebelumnya, Selasa (24/9), mahasiswa dari berbagai aliansi yang mengatasnamakan Sumsel Bergerak melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved