Human Interest Story

Ucil Larikan Gadis 15 Tahun Minta Dinikahkan

Dalam kasus ini gadis yang dilarikan oleh Ucil yang beralamat di Desa Nendagung Kota Pagaralam itu melarikan anak dibawah umur.

Ucil Larikan Gadis 15 Tahun Minta Dinikahkan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Muklianto alias Ucil saat diminta keteranganya di Polsek Jarai Lahat. 

KASUS melarikan anak dibawah umur disertai dengan pemerkosaan, terjadi di Kabupaten Lahat. Pelakunya Muklianto alias Ucil (34). Dia berharap akan dikawinkan dengan remaja putri sebut saja XB (15) yang masih berstatus pelajar itu. Hanya saja, orangtua XB berinsial EM (62) yang merasa masa depan anaknya telah dirampas dan dihancurkan oleh Ucil, sehingga kejadian itu dilaporkannya ke Polsek Jarai, Polres Lahat.

Kisahnya begini, dalam bahasa desa setempat, melarikan anak gadis lebih dikenal dengan sebutan "belakhian" alias kawin lari atau kawin paksa. Hanya saja, dalam kasus ini gadis yang dilarikan oleh Ucil yang beralamat di Desa Nendagung Kota Pagaralam itu melarikan anak dibawah umur. Karena itulah harapan Ucil untuk minta dikawinkan dengan XB sulit terlaksana, apalagi orangtua XB yakni EM tidak rela dan melaporkan perbuatan Ucil itu ke Polsek Jarai, Polres Lahat.

Kejadiannya bermula ketika Minggu (22/09/2019) XB tidak pulang ke rumah padahal hari sudah malam pukul 20.00. Karena itulah EM khawatir dengan puterinya yang masih sekolah itu. EM kemudian berupaya mencari keberadaan anaknya XB itu namun tidak kunjung ditemukan, hingga kemudian datang kabar mengejutkan. Seseorang berinisial YD mendatangi rumah EM mengatakan bahwa anaknya telah lelarian (minta dinikahkan) dengan Ucil, warga Perumnas Nendagung RT 03 RW 002 Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, dan XB berada di rumah Ucil.

"EM ayah perempuan yang dibawah lari ini tidak terima anaknya masih di bawah umur dan masih sekolah. Sekitar pukul 23.30 hari yang sama EM melaporkan kejadian itu ke kami (Polsek Jarai)," kata Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIk melalui Kapolsek Jarai, Iptu Hendrinadi SH MH. Selasa (24/09).

Sang ayah bersama jajaran Polsek Jarai kemudian menjemput anaknya XB di kediaman Ucil yang berprofesi sebagai petani itu. Hanya saja Ucil tidak ditemukan, di rumah Ucil hanya ada anaknya saja.

"Setelah dijemput, dilakukan interogasi, XB ini mengaku sudah sekitar lima kali melakukan hubungan badan dengan terlapor (Ucil)," jelas Hendrinadi.

Jajaran Polsek Jarai langsung melakukan pengejaran pelaku, hingga pada Senin (23/09) Muklianto alias Ucil berhasil diamankan ditempat persembunyiannya kawasan Perumnas Guppi, Kelurahan Mekar Alam, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam. Ucil langsung dibawah ke Mapolsek Jarai guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum.

"Ya (pelaku) sudah ada di kantor dan diamankan beserta barang bukti. Pelaku dijerat Pasal 81 ayat 1, 2 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun penjara, dan lima tahun penjara paling rendah," tegas Hendrinadi. (cr22)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved