Berita OKU Selatan

Berdampak ke Masyarakat, Polres OKU Selatan Himbau Buka Lahan Dengan Tidak Membakar

Berdampak ke Masyarakat, Satgas karhutla Polres OKU Selatan Himbau Buka Lahan Dengan Tidak Membakar

Berdampak ke Masyarakat, Polres OKU Selatan Himbau Buka Lahan Dengan Tidak Membakar
SRIPOKU COM/ALAN NOPRIANSYAH
Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK MH, saat press release tersangka karhutla, belum lama ini, Rabu (25/9/2019) 

Himbau Masyarakat Buka Lahan Dengan Tidak Membakar

Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Terkait kabut asap yang tengah melanda, Polres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK MH menegaskan pelaku kerhutla menjadi incaran prioritas untuk ditindaklanjuti.

Larangan kebakaran hutan dan lahan yang telah kerap kali disosialisasikan kepada masyarakat tersebut, memiliki dampak pada lingkungan hidup, Kendati demikian Satgas Karhutla Polres OKU Selatan menghimbau untuk tidak membuka lahan melalui pembakaran.

Hal itu ditegaskan Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK MH, di Mapolres OKU Selatan  dihadapan awak media.
"himbauan kepada seluruh masyarakat OKU Selatan, pemilik lahan yang akan membuka lahan perkebunan, saya harapkan tidak dengan cara dibakar,"katanya

BI 7-Day Reverse Repo Rate Menjadi 5,25 Persen, Sebagai Respon Atas Perlambatan Ekonomi Global

297 Personil Polri Siap Amankan Pilkades Serentak Di kabupaten Muaraenim Besok

Motor Pinjaman untuk Menjemput Pacar Justru Dalarikan Pacarnya Membuat Selvia Melapor Polisi

Kadis Pendidikan Sumsel Ingatkan Siswa untuk tidak Terpancing Ajakan Berdemo dari Pesang Whatsapp

Menurutnya pembukaan lahan oleh masyarakat bisa dengan menggunakan cara lain. Meningat pembakaran lahan dapat menyebabkan polusi udara yang membahayakan lingkungan hidup.
"Masyarakat bisa menggunakan cara lain, karena karhutla dapat menyebabkan polusi udara, kabut asap sehingga menimbulkan Penyakit ISPA dan penyakit lainnya,"terang Deny.

Saat ini satgas karhutla Polres OKU Selatan telah meringkus dan menetapkan salah serorang warga Dusun II Kelurahan Batu Belang II Kecamatan Muaradua Marino (50)
sebagai tersangka tindakan peoanggaran karhutla.

Tersangka yang membuka lebih kurang 2 hektare tersebut melalui pembakaran lebih  dijerat pasal berlapis tentang pelanggaran pembakaran hutan dengan sengaja dan undang-undang tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.
"Pelaku tersangka kita kenakan undang KUHP pidana pasal 187 dengan ancaman 10 tahun penjara dan undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup UU nomor 32 tahun 2009,"ujar Deny kepada Wartawan belum lama ini.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved