Human Interest Story

Anak-anak Riang Mandi Hujan

Dengan mengenakan kaos oblong, celana dan dibalut hijab anak-anak perempuan ikut berbaur berlarian bersama para anak lelaki.

Anak-anak Riang Mandi Hujan
SRIPOKU.COM/RESHA
Ilustrasi 

RAUT bahagia terpancar dari beberapa anak-anak yang tinggal di Sekip Pangkal Palembang, Selasa (24/9) siang. Para bocah ini seketika langsung keluar rumah mereka mengetahui hujan mulai mengguyur kota pempek. Beberapa anak laki-laki tampak bertelanjang dada, berlarian ke sana ke mari menikmati segarnya air hujan. Ada yang berlarian tanpa mengenakan alas kaki dan ada pula anak-anak yang mengenakan sepeda riang gembira mandi hujan.

Tak kalah heboh, para anak perempuan juga turut riang gembira mandi hujan. Dengan mengenakan kaos oblong, celana dan dibalut hijab anak-anak perempuan ikut berbaur berlarian bersama para anak lelaki.

"Alhamdulillah hujan Pak, saya mau mandi hujan dulu. Sudah lama tidak turun hujan," teriak seorang anak kepada ayahnya.

Kegembiraan para anak-anak ini sekaligus mewakili kebahagaian wong kito yang telah lama menantikan turun hujan, setelah beberapa lama Kota Palembang diselimuti kabut asap tebal. Sekitar satu jam lebih hujan dengan intensitas sedang turun hampir merata di kota pempek. Bahkan sejumlah wilayah seperti Plaju dan Sekip digenangi banjir. Tak hanya di Palembang, beberapa wilayah lain seperti Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas Muara Enim dan beberapa daerah lainnya juga diguyur hujan.

Seperti diketahui, sudah sejak beberapa bulan belakang Sumsel diterpa musim kemarau. Imbas dari kekeringan tersebut membuat lahan gambut di Bumi Sriwijaya mudah terbakar dan menyebabkan terjadinya bencana kabut asap. Kepala Stasiun BMKG SMB II Palembang, Tri Agus Pramono mengatakan hujan pertama di Palembang pasca kemarau ini merupakan hujan alami bukan hujan buatan. Hujan ini sendiri telah diprediksi oleh BMKG bakal berlangsung di provinsi pada Senin (23/9) dan Selasa (24/9).

"Sesuai prediksi kita kemarin Palembang bakal diguyur hujan. Ini hujan alami bukan buatan. BPBD juga mengaku belum ada pesawat yang melakukan hujan buatan," katanya.

Menurutnya, pada bulan September ini terbilang masih musim kemarau, namun masih ada potensi hujan dalam intensitas kecil. Prediksi BMKG, musim hujan di Provinsi Sumsel bakal terjadi pada bulan Oktober dan puncaknya terjadi pada November mendatang.

“Musim hujan ini akan tiba pada akhir Oktober dan nanti puncaknya pada November mendatang,” jelasnya.

Kota Palembang akhirnya diguyur hujan. Hujan dengan intensitas sedang salah satunya di kawasan Ssukabangun, tepatnya di Jalan RA Abusamah dan sekitarnya. Hujan pertama kali turun sekitar pukul 11.00 namun tak berlangsung lama kurang lebih 10 menit. Sempat reda, hujan kembali turun pukul 1 siang dan jam 2 siang sampai sore dengan intensitas sedang.

"Nah ujan itu yo, alhamdulilah ya Allah," ujar salah satu warga dengan penuh rasa syukur.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved