Penumpang dari Jambi Eksodus ke Bandara Silampari

Bandara Silampari siap menjadi alternatif penumpang dari daerah lain yang ingin ke Jakarta termasuk dari Muara Bungo Kerinci dan Kota Jambi.

Penumpang dari Jambi Eksodus ke Bandara Silampari
SRIPOKKU.COM/DERYARDLLI
Ilustari Bandara Silampari di Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, SRIPO -- Bandara Sultan Taha dan beberapa bandara lainnya di wilayah Provinsi Jambi ditutup sementara akibat kabut asap.

Akibatnya penumpang di wilayah Muara Bungo, Kerinci Surolangun pindah melakukan penerbangan ke Bandara Silampari Lubuklinggau.

Banyaknya masyarakat dari luar daerah melakukan penerbangan melaui Bandara Silampari Lubuklinggau dibenarkan oleh Kepala Bandara Silampari Rudi Pitoyo.

"Kemungkinan iya banyak penumpang dari Jambi pindah kesini, karena secara akses kita lebih dekat," ungkap Rudi pada Tribunsumsel.com, Senin (23/9).

Hanya saja sampai sejauh ini Rudi belum mengetahui jumlahnya. Karena belum ada grafik kenaikan, srbab penumpang penerbangan domestik tidak dicantumkan daerah asal seperti mau keluar negeri.

"Belum terlihat karena baru hari ini ditutup. Tapi kita sudah menyuruh counter untuk memantau. Seperti penumpang Pagar Alam kemarin tujuan Jakarta juga lewat Lubuklinggau," paparnya.

Untuk kesiapan menghadapi lonjakan penumpang pihaknya sudah koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara IV Padang bahwa jarak pandang di Bandara Silampari masih aman.

"Kondisi visibilitas di Bandara Silampari 5.000 artinya masih batas aman untuk melakukan penerbangan. Sampai sejauh ini penerbangan berjalan dengan dengan baik," ujarnya.

Untuk itu Bandara Silampari siap menjadi alternatif penumpang dari daerah lain yang ingin ke Jakarta termasuk dari Muara Bungo Kerinci dan Kota Jambi.

Namun, Rudi mengatakan mesikpun penerbangan masih aman, untuk kedatangan di Bandara Silampari mulai terdampak, terutama pesawat yang berasal Bandara Kalimantan.

"Seperti Batik Air hari ini tidak dapat terbang dari Kalimantan karena kabut asap. Terpaksa menggunakan maskapai dari wilayah Timur. akibatnya di Bandara Silampari ada keterlambatan selama 30 menit," ungkapnya.

Termasuk Wing Air dari Kota Palembang take off pukul 09.00 WIB landing pukul 12.15 WIB, sebab pesawatnya tidak bisa keluar, karena Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II baru dibuka pukul 09.00 WIB. (joy)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved