Berita OKU Selatan

Muaradua OKU Selatan Mulai Turun Hujan, Warga Bumi Serasan Seandanan Berharap Musim Kemarau Berakhir

Muaradua OKU Selatan Mulai Turun Hujan, Warga Bumi Serasan Seandanan Berharap Musim Kemarau Berakhir

Muaradua OKU Selatan Mulai Turun Hujan, Warga Bumi Serasan Seandanan Berharap Musim Kemarau Berakhir
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
TURUN HUJAN : Turun hujan yang terjadi di Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua, pada Selasa (29/9/2019) sejak pukul 12.20 WIB. 

Laporan wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

Giliran Kota Muaradua OKU Selatan Mulai Turun Hujan, Warga Berharap Musim Kemarau Segera Berakhir

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Sempat mengalami cuaca mendung sejak Selasa (24/9/2019) pukul 09.30 WIB pagi, pada pukul 12. 20 WIB, Kota Muaradua dan sekitarnya di Kabupaten OKU Selatan telah mengalami turun hujan.

Pantauan Sripoku.com hujan turun belum terlalu deras yang terjadi selama kisaran 10 menit, namun setelah hujan dan langit kasih terlihat mendung.

Tak lama setelahnya, hujan kembali turun beberapa menit, terpantau Sripoku.com hingga berita ini diturunkan hujan gerimis masih berlangsung hingga pukul 12.40 WIB.

Guyuran hujan yang turun telah membasahi setiap tanah pada permukiman dan tanam tumbuh milik warga di Bumi Serasan Seandanan.

BREAKING NEWS: Alhamdulillah! Sebagian Wilayah Musirawas Mulai Diguyur Hujan

Ratusan Mahasiswa dari Universitas Sriwijaya (Unsri) dari Kampus Unsri Indralaya Tiba di DPRD Sumsel

Dikepung Ribuan Mahasiswa yang Demo, Penjual Es Ikut Merapat ke DPRD Sumsel untuk Mengais Rejeki

BREAKING NEWS: Ribuan Mahasiswa di Palembang Memblokade Jalan di Simpang 5 DPRD Sumsel

Warga Kelurahan Bumi Agung Kecamatan Muaradua Susanti, berharap, turunnya hujan beberapa saat tersebut merupakan pertanda berkahirnya musim kemarau yanh melanda akhir-akhir ini.

"Alhamdulillah, hujan mulai turun siang ini, semoga saja ini pentanda akhir dari musim kemarau ditahun ini,"katanya.

Dikatakannya dampak musim kemarau di Kabupaten OKU Selatan akhir-akhir rentan terhadap musibah kebakaran, sehingga petugas dan warga kesulitan melakukan pemadaman api yang melanda.

"Sekarang rawan terhadap kebakaran, karena cuaca musim kemarau, kobaran api sulit dipadamkan"pungkasnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved