Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar Lengkap dengan Niat dan Artinya, Serta Alasan Diperbolehkan
Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar Lengkap dengan Niat dan Artinya, Serta Alasan Diperbolehkan
Penulis: Tria Agustina | Editor: Fadhila Rahma
Minimal 81 Kilometer
Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam madzhab)
Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
Dalam keadaan sangat ketakukan atau khawatir misalnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan dan bencana alam.
Sholat fardhu dalam sehari semalam yang boleh dijamak adalah pasangan sholat dzuhur dengan ashar dan sholat maghrib dengan ‘isya.
Sedangkan sholat subuh tidak boleh dijamak.
Demikian pula orang tidak boleh menjamak sholat ashar dengan maghrib.
Berikut Dua Cara Jamak
1. Jamak Takdim (jamak yang didahulukan), yakni menjamak dua sholat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama.
Misalnya menjamak sholat dzuhur dengan ashar, dikerjakan pada waktu dzuhur (4 rakaat sholat dzuhur dan 4 rakaat sholat ashar) atau menjamak sholat maghrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu maghrib (3 rakaat sholat maghrib dan 4 rakaat sholat ‘isya).
Cara Melaksanakan Sholat Jamak Takdim
Misalnya sholat duhur dengan ashar: sholat dzuhur dahulu empat rakaat kemudian sholat ashar empat rakaat, dilaksanakan pada waktu dzuhur.
Tata caranya sebagai berikut:
1) Berniat sholat duhur dengan jamak takdim. Bila dilafalkan yaitu:
اُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ العَصْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى
”Saya niat sholat duhur empat rakaat digabungkan dengan sholat asar dengan jamak takdim karena Allah Ta’ala”