Kaum Milenial Bingung Bagaimana Cara Memulai Investasi? Begini Langkahnya

Kali ini, Milenial tak perlu bingung ataupun risau. Memulai investasi itu mudah asal kamu mau belajar dan mencobanya.

Kaum Milenial Bingung Bagaimana Cara Memulai Investasi? Begini Langkahnya
https://www.google.co.id/
Ilustrasi Investasi - Kali ini, Milenial tak perlu bingung ataupun risau. Memulai investasi itu mudah asal kamu mau belajar dan mencobanya. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Milenial, kamu sudah mengerti perencanaan keuangan, tetapi bingung bagaimana cara memulai investasi?

Kali ini, tak perlu bingung ataupun risau. Memulai investasi itu mudah asal kamu mau belajar dan mencobanya.

Apalagi, investasi memang satu-satunya cara yang bisa ditempuh untuk memapankan keuangan kamu di masa depan tentunya, tanpa menjadi generasi sandwich.

Gubernur Herman Deru : Kaum Milenial Sumsel Tak Boleh Takut Berkompetisi

Ini yang Harus Dilakukan Kaum Milenial Untuk Membangun Kekayaan

Tahu generasi sandwich kan? Itu tuh generasi yang menanggung beban keluarganya, selain keluarga inti. Nah supaya kelak, saat tua nanti kita tidak menjadi "beban" anak cucu, ada baiknya untuk mempersiapkan dana pensiun. Salah satunya dengan investasi.

Jadi, jika ditanya seberapa penting investasi, tentu sangat penting. Supaya lebih jelas bagaimana cara memulainya, berikut Kompas.com rangkum poin-poin memulai investasi ala perencana keuangan Prita H. Ghozie.

1. Pahami Profil Risiko
Setiap orang, tentu memiliki profil yang berbeda-beda. Apakah kamu termasuk tipe agresif atau konservatif dalam berinvestasi? Atau justru keduanya? Tergantung kamu sendiri yang menentukan dari posisi keuangan.

Biasanya, investor milenial cenderung agresif karena belum ada tanggungan keluarga atau tanggungan kebutuhan mendesak lainnya sehingga return yang didapat akan lebih besar.

Kendati demikian, hal itu kembali lagi kepada dirimu. Pasalnya tipe manapun dan instrumen apapun tidak semuanya bisa dibilang paling tepat untuk kamu. Inilah gunanya mengtahui profil risiko dan tujuan keuangan kamu.

"Saya enggak bisa bilang mana yang paling tepat untuk semua orang. Jadi harus memahami profil risiko dan tahu tujuan keuangannya bagaimana. Setelah dia tahu tujuan, maka dia akan bisa menentukan mana yang tepat untuk dia," kata Prita H. Ghozie di Jakarta beberapa waktu lalu.

2. Pilihlah yang Handal
Pilihlah tempat atau wadah investasi yang telah berizin dan mendapat lisensi peredarannya, seperti izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti).

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved