Berita OKu Selatan

Warga Buay Sandang Aji OKU Selatan Sempat Resah karena tidak Bisa Buat Sertifikat Tanah

Warga desa Sukarame dan Tanjung Raya Kecamatan Buay Sandang Aji Kabupaten OKU Selatan sempat resahkan karena tidak bisa buat sertifikat tanah.

Warga Buay Sandang Aji OKU Selatan Sempat Resah karena tidak Bisa Buat Sertifikat Tanah
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Audiensi warga dengan PT Mal di ruang rapat terbatas Pemkab OKU Selatan, Kamis (19/9/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Warga desa Sukarame dan Tanjung Raya Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Kabupaten OKU Selatan sempat diresahkan karena tidak bisa buat sertifikat tanah.

dengan tanah lahan milik warga yang diduga di klaim oleh PT Mall.

Hal itu terungkap saat salah seorang warga hendak melakukan pembuatan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)  yang tidak bisa dilakukan pengukuran  karena lahan milik warga terdeteksi termasuk pada  HGU milik PT Mal.

"Sebelumnya ada warga yang ingin membuat sertifikat tanah diluar lahan PT Mal namun tidak bisa sebab dari peta lahan termasuk pada Lahan HGU PT tersebut, padahal tidak,"ujar Kades Tanjung Raya Irwansyah
di bincangi wartawan Kamis (19/9/2019).

Sementara mewakili pemerintahan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Joni Rafles,AP.,M.Si memengatakan terkait permasalahan tanah warga yang tidak dapat membuat sertfikat tanah karena termasuk HGU PT Mal merupakan kesalahan pahaman, yang telah diluruskan dan diperbaiki. 

Bahkan Jony mengatakan pihak PT Mal membenarkan bahwa lahan tersebut tidak termasuk di dalam HGU PT Mal, sehingga warga dapat membuat sertifikat tanah.

Gubernur, Pangdam dan Kapolda Sumsel Ikut Padamkan Api, Herman Deru Ancam Cabut Izin Perkebunan

Tiga Tersangka Penganiaya Mahasiswa di Muratara Diamankan Polisi, Dipicu Saling Ejek di Medsos

Pasien Penyakit Diare Didominasi Anak Dirawat di RSUD Muaradua OKU Selatan Mengalami Peningkatan

Hal itu menuai protes warga setempat kepada PT Mal dan Pemerintah Kabupaten bahkan warga setempat kecewa sebab sebelumnya kehadiran PT Mal yang tidak disetujui oleh masyarakat desa setempat.

"Saya ingin bertanya, siapa saja yang memberi izin berdirinya PT Mal tersebut sebab masyarakat sama sekali tidak dilibatkan,"terang warga Tanjung Raya yang enggan disebutkan namanya pada pergelaran audiensi di ruang rapat terbatas Pemkab OKU Selatan , Kamis (19/9/2019).

Bahkan terkait HGU PT Mal, Kepala Desa membantah telah pernah menandatangani persetujuan izin di wilayah tersebut hingga muncul permasalahan terkait pembuat sertifikat oleh warga Tanjung Raya dan Desa Sukarame yang diduga diklaim PT Mal.

"BerdasarkanPengakuan dari PT Mal, lahan yang di protes warga tidak termasuk pada HGU PT Mal, sehingga warga telah bisa membuat sertifikat dan sudah selesai,"Sampai Jony.

Sementara Kepala BPN Fauzimar A, PMH, SH, MH mengatakan  kehadiran investor PT Mal merupakan persetujuan dari organisasi Pemerintahan.

"Kalau ditanya terkait izin, HGU PT Mal merupakan persertujuan dari organisasi pemerintahan, termasuk BPN,"terang Fauzimar.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved