Berita Ogan Ilir

Desa Burai Ogan Ilir Menuju Desa Wisata, Pemilik Home Stay Wajib Mempromosikannya di Dunia Digital

Desa Burai Ogan Ilir Menuju Desa Wisata, Pemilik Home Stay Wajib Mempromosikannya di Dunia Digital

Desa Burai Ogan Ilir Menuju Desa Wisata, Pemilik Home Stay Wajib Mempromosikannya di Dunia Digital
SRIPOKU.COM/RESHA
Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, CHE saat memberikan materi dalam Pelatihan Home Stay oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ogan Ilir, Rabu (18/9/2019).

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

Desa Burai Ogan Ilir Menuju Desa Wisata, Pemilik Home Stay Wajib Mempromosikannya di Dunia Digital

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, CHE menegaskan jika home stay saat ini harus berstandar ASEAN.

Hal itu ditekankannya dihadapan 20 pemilik Home Stay di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (18/9/2019).

Saat memberikan materi di dalam rangkaian Pelatihan Home Stay oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata itu, Zulkifli mengatakan bahwa pemilik home stay setidaknya berupaya memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Asean itu.

Seperti latar belakang pemilik, jenis kamar tidur, kamar mandi dan lain-lain.

"Termasuk soal marketing dan promosinya, harus digencarkan melalui dunia maya," ujarnya.

Desa Burai Digadang-gadang Jadi Desa Wisata Ogan Ilir, Pemilik Home Stay Ikuti Pelatihan Home Stay

Herman Deru Akui Sulit Padamkan Api di Kubah Gambut yang Dalamnya Hingga 30 Meter, Itu Ada di Sumsel

Kini Kanker Prostat Bisa Disembuhkan dalam Seminggu Berkat Perawatan Jenis Baru, Ini Penjelasannya

Ia mengatakan, di era digital ini masyarakat sudah menjadi kebiasaan mencari data sebelumnya melalui internet. Hal itulah yang harus diupayakan oleh pemilik home stay, demi menarik potensi wisatawan ke Desa Burai.

"Dan tentunya, ada dokumentasi homestay, dan databasenya lengkap," tegasnya.

Dan hal tersebut tidak hanya menuntut keaktifan dari pemilik home stay saja. Tapi juga, pemerintah sebagai regulator pariwisata di pemerintah daerah mereka masing-masing.

"Karena membantu pemilik homestay dalam memperkenalkan home stay mereka. Mereka juga harus sertifikasi dari pelatihan-pelatihan seperti ini. Sehingga mereka siap menerima tamu," jelasnya.

Tajir Banyak Duit, Penampakan Kolam Renang Inul Daratista Jadi Sorotan, Punya Benda-benda Khusus Ini

Perusahaan di Muratara Ini Sediakan Rp 5 Juta untuk Orang yang Menangkap Pelaku Pembakaran Lahan

ABG di Palembang Ini Dikeroyok Dua Temannya, Disebabkan Pacar si ABG Ini Menolak Cinta Temannya

Sementara itu, sebanyak 20 pemilik home stay di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir mengikuti Pelatihan Home Stay oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ogan Ilir.

Mereka dibekali manajemen pengelolaan homestay, agar dapat mengoptimalkan jumlah wisatawan ke Desa yang digadang sebagai Desa Wisata itu.

Ketua Penyelenggara Kegiatan, Feby Yoland Cindo Citra mengatakan, Desa tersebut dipilih karena sering digelorakan sebagai Desa Wisata. Sehingga, berpotensi menarik wisatawan, baik lokal maupun manca negara.

"Tapi tidak menutup kemungkinan dapat diadakan di Desa lain," jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved