Berita Palembang

Musim Kemarau Panjang, Pengaruhi Kualitas Serta Harga Pada Sayuran dan Buah di Pasar Tradisional

Musim Kemarau Panjang, Pengaruhi Kualitas Serta Harga Pada Sayuran dan Buah

Musim Kemarau Panjang, Pengaruhi Kualitas Serta Harga Pada Sayuran dan Buah di Pasar Tradisional
SRIPOKU.COM/Chairul Nisyah
Musim Kemarau Panjang, Pengaruhi Kualitas Serta Harga Pada Sayuran dan Buah di Pasar Tradisional 

Musim Kemarau Panjang, Pengaruhi Kualitas Serta Harga Pada Sayuran dan Buah di Pasar Tradisional

Laporan Wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Musim kemarau yang panjang mempengaruhi kualitas sayuran dan buah yang dijual di Pasar tradisional kota Palembang.

Mulai dari kualitas sayur dan buah yang dijual, musim kemarau yang panjang juga mempengaruhi harga sayuran dan buah di kota Palembang.

Dari Pantauan Sripoku.com, harga sayuran yang dijual di Pasar 26 Ilir Palembang, terlihat sedikit layu.

Adapun sayuran yang terlihat layu tersebut seperti sayur katu, bayam, kangkung, dan sawi.

Seorang pedagang sayur di Pasar 26 Ilir Palembang mengatakan, biasanya sayuran sayuran seperti kangkung bayam dan katuk, harganya dibawa Rp3000, sedangkan saat ini harga sayur sayuran bisa mencapai Rp4000 sampai Rp4500 perikatnya.

Terpilih Jadi Ketua KPK Kapolda Irjen Pol Firli Lakukan Ritual Khusus di Makan Orang Tua

Kabut Asap Makin Pekat Pangdam Kerahkan 1.500 Warga Kebun Raya Sriwijaya Indralaya Padamkan Api

Kesal Anaknya akan Dicerai dan Mobilnya Hendak Dibakar Cik Amat Bunuh Menantunya

"Selain sayur jadi mudah layu, harga sayuran juga jadi sedikit lebih mahal. Hal ini sebagai bentuk antisipasi kerugian," ujar Adi, Sabtu (14/9/2019).

Selain sayur sayuran musim kemarau yang cukup panjang juga mempengaruhi kualitas buah buahan yang dijual di pasar tradisional.

Seorang pedagang buah, Mira mengatakan bahwasanya di musim kemarau buahan yang ia jual lebih cepat mengalami pengeringan.

Hal tersebut sangat berpengaruh pada Kondisi buah yang ia jual.

"Pembeli itu tahunya buah buahan segar mereka tidak peduli dengan musim panas atau tidak. Jika tidak segar mereka tidak mau membeli," ujar Mira, Sabtu (14/9/2019).

Kondisi tersebut membuat Mira dan beberapa penjual buah lainnya mencoba Mensiasati menyimpan buah-buah dengan kertas koran.

Musim Kemarau, Aa Gym Berpesan Untuk Perbanyak Istighfar

Malam Minggu di Kota Palembang, Malam yang Berkabut Asap

Kunker, Kapolda Sumsel Puji Keberhasilan Polres OKU Yang Inovatif dan Meraih Predikat ZI

Namun menurutnya hal itu saja tidak cukup hanya saja dengan membungkusnya dengan kertas koran mampu membuat gua tersebut bertahan sedikit lebih lama dari biasanya.

"Semoga saja musim panas ini segera berakhir. Kepada pemerintah, semoga memiliki solusi untuk semuanya," tutup Mira.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved