Berita Palembang

Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Lima Maskapai Penerbangan Garuda Grup Delay

Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Lima Maskapai Penerbangan Garuda Grup Delay

Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Lima Maskapai Penerbangan Garuda Grup Delay
SRIPOKU.COM/ZAINI
Sejumlah pekerja memuat barang penumpang di bagasi pesawat di Bandara Internasional SMB II Palembang, Jumat (13/9/2019). Menurut petugas bandara hingga pukul 09.00 ada sekitar 5 penerbangan hari ini tertunda akibat asap yang melanda Kota Palembang dan sekitarnya. Kabut Asap di Palembang Makin Pekat, Lima Maskapai Penerbangan Maskapai Garuda Grup Delay 

BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang merilis data kondisi terkini cuaca, Jumat (13/9/2019) yang bersumber dari LAPAN tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan-tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada kawasan SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran dan Mesuji.

Jarak Pandang terendah pagi tanggal 13 September 2019 yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-500 m dengan Kelembapan 95-98 persen dengan keadaan cuaca Kabut Asap (Smog/Smoke+Fog) berdampak 5 (lima) maskapai yang jadwal penerbangan delay.

MotoGP San Marino 2019 - Marc Marquez Akui Selalu Incar 25 Poin

Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK, Berikut Kasus Penting yang Diungkap Saat Jadi Kapolda Sumsel

Intensitas kabut asap umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB) ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut.

Fenomena Kabut sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara, hal ini disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23 derajat Celcius yang tercatat di Bandara SMB II.

Setelah terbit Matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik, akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya karena angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan akan menyebabkan kekeruhan udara.

Kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.

Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang 13 Septembar 2019 (00.00-10.00 WIB) tercatat dalam kategori Sedang hingga Sangat Tidak Sehat dengan nilai 89-295 µgram/m3, sedangkan Nilai Ambang Batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3.

Kondisi Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat umumnya terjadi pada rentang waktu 22.00-08.00 WIB sedangkan Kondisi Sehat hingga Sedang umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00-22.00 WIB.

Team Macan Komering Sat Res Narkoba Polres OKI Tangkap Seorang Wanita Diduga Bandar Sabu-sabu

Bantah Digugat Cerai Andre Taulany, Erin Sebut Cuma Gosip, Pengadilan Agama Justru Akui Hal Ini

BMKG Sumatera Selatan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada (04.00-07.00 WIB) seiring potensi menurunnya jarak pandang, senantiasa menggunakan masker dan minum banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dan menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan.

Lima maskapai yang delay akibat kabut asap Jumat pagi:

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved