Jika Kabut Asap Makin Berbahaya, Sekolah Bisa Terapkan Sekolah Maya

apabila memang nanti kondisi kabut asap semakin berbahaya, maka sekolah pun bisa ambil kebijakan terakhir dengan menerapkan sekolah maya.

Jika Kabut Asap Makin Berbahaya, Sekolah Bisa Terapkan Sekolah Maya
SRIPOKU.COM/dok
Kadisdik Sumsel, Widodo 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Pekatnya kabut asap yang melanda Provinsi Sumatera Selatan membuat Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel mengambil langkah untuk memundurkan jam masuk sekolah.

Namun, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, kondisi kualitas udara terkini harus disikapi secara cermat oleh semua pihak. Termasuk Disdik Sumsel, dirinya sudah memberikan intruksi untuk mengeluarkan kebijakan terkait dengan pekatnya kabut asap.

“Jika jarak pandang masih normal, kualitas udara masih bagus, harus menggunakan masker. Terkait dengan kebijakan untuk mundur jam sekolah satu jam, harusnya bisa lebih fluaktif. Kita tidak bisa meliburkan sekolah atau dimundurkan secara konstan, namun harus melihat kondisi udara terkini. Untuk Disdik, saya minta harus cerdik lihat kondisi,”jelasnya, Rabu (11/9/2019)

Sementara lebih lanjut, Kadisdik Sumsel, Widodo menambahkan, Sejauh ini, jam belajar mengajar yang masih normal tetap harus memastikan siswanya menggunakan masker. Untuk pengadaan masker, bisa dari sekolah ataupun berkoordinasi dengan Dinkes setempat.

"Tapi alangkah baiknya jika orang tua menyediakan masker untuk anak-anaknya,” jelasnya

Tetapi, apabila memang nanti kondisi kabut asap semakin berbahaya, maka sekolah pun bisa ambil kebijakan terakhir dengan menerapkan sekolah maya.

"sekolah maya merupakan cara siswa belajar mandiri di rumah. Tapi guru tetap harus bisa mengontrol dan mengkondisikan siswa belajar menggunakan internet, mengerjakan tugas melalui buku elektronik, internet dan lainnya," jelasnya.

Nantinya, Siswa bisa belajar dirumah gunakan internet dan dikondisikan gurunya. Aturan dalam proses belajar, siswa harus mendapat pembelajaran sebanyak 1.124 jam belajar.

"Belajar dirumah juga bisa, namun guru tetap harus konsisten untuk pantau siswa-siswanya,” tutupnya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved