Dipakai Saudara Ke Palembang , Mobil Warga Musi Rawas Ini Diambil Paksa Deb-Colector

Dipakai Ke Palembang , Mobil Warga Musi Rawas Ini Diambil Paksa Deb-Colector

Dipakai Saudara Ke Palembang , Mobil Warga Musi Rawas Ini Diambil Paksa Deb-Colector
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
Tak terima mobilnya diambil paksa oleh depkolektor membuat Efranika melapor ke Polresta Palembang, Rabu (11/9). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sedang mengendarai mobil milik adiknya Efranika Frandita (38) yang dipinjam untuk pergi ke Palembang, Eka BS kaget ketika mobil yang dikendarainya Xenia BG 1038 GMW itu dihadang oleh tiga mobil di kawasan Jalan TP Rustam Efendi depan Hotel Azura Palembang, Rabu 7 Agustus 2019 pukul 20.00.

Orang yang berada dalam mobil yang menghadang itu pun kemudian merampas mobil yang dikendari Eka. Belakangan diketahui, pelaku yang merampas mobil korban ini adalah petugas penagih hutan alias Debt-Collector dari PT Olypindo Multi Finance Cabang Palembang dan Cabang Lubuklinggau.

Mobil yang disita debt- collector itu milik Efranika Frandita (38) warga Dusun V Lubuk Ngin, Kelurahan Lubuk Ngin Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Karena itulah, melalui kuasa hukumnya Sambas (57), melaporkan kasus perampasan mobil tersebut ke Polresta Palembang. Sambas yang beralamat di Jalan Tapak Lebar I, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuk Linggau Barat itu mengatakanm kliennya meminjamkan mobil Xenia BG 1038 GMW kepada kakaknya Eka Budi Setiawan pada Rabu (7/8) untuk dipakai ke Palembang ada keperluan pekerjaan.

"Kemudian klien saya meminjamkan mobil tersebut, namun ketika sampai di Palembang mobil dihadang oleh terlapor menggunakan tiga mobil pada pukul 20.00 di depan Hotel Azura Palembang," kata Sambas kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (11/09/2019).

Setelah menghadang mobil milik kliennya yang digunakan kakak korban, para terlapor yang berjumlah sekitar lima orang merampas paksa mobil tersebut. "Lantas kakak korban memberitahukan kejadian tersebut kepada korban, sehingga melalui saya melaporkan kejadian tersebut," katanya.

Ditambahkan, baru dilaporkan sekarang karena kliennya menunggu itikad baik dan penjelasan dari pihak depkolektor dari PT Olypindo Multi Finance Cabang Palembang dan Cabang Lubuk Linggau. "Namun klien saya tidak kunjung mendapatkan jawaban terkait perampasan yang dilakukan, sehingga kami bertekad membawa kasus ini ke jalur hukum," jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit I SPKT Polresta Palembang, Ipda Hermanto membenarkan adanya laporan terkait perampasan mobil yang dilakukan depkolektor dari PT Olypindo Multi Finance Cabang Palembang dan Cabang Lubuk Linggau tanpa adanya pemberitahuan maupun penjelasan terkait perampasan tersebut.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polresta Palembang, bila terbukti bersalah akan dikenakan pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara sembilan tahun penjara," jelasnya. (diw)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved