Human Interest Story

Tebat Gimbe, Magnet Baru Desa Padang Bindu Empatlawang

Untuk ke lokasi Tebat Gimbe, harus menempuh sekitar empat jam perjalanan dari pusat ibu Kota Tebing Tinggi Empatlawang

Tebat Gimbe, Magnet Baru Desa Padang Bindu Empatlawang
SRIPO/ANDI WIJAYA
TEBAT Gimbe yang berada di Desa Padang Bindu Kecamatan Paiker Kabupaten Empatlawang. 

KABUPATEN Empatlawang tidak mau kalah dalam pengelolaan parisiwata, seperti yang dilakukan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Dengan konsep pengembangan wisata desa, kini Pemkab Empatlawang mengembangkan potensi wisata di Desa Padang Bindu Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empa Lawang, yang dulunya belum terkelola maksimal, kini memiliki potensi wisata yang layak dicoba untuk dikunjungi "Tebat Gimbe" namanya.

Untuk ke lokasi Tebat Gimbe, harus menempuh sekitar empat jam perjalanan dari pusat ibu Kota Tebing Tinggi Empatlawang. Bisa juga menggunakan kendaraan Roda Empat dan roda dua menuju ke lokasi yang berada di ujung Kabupaten Empatlawang. Setelah tiba di Paiker, dilanjutkana ke desa Padang Bindu jaraknya tidak begitu jauh.

Di lokasi, Tebat Gimbe menyuguhkan pemandangan yang asri dan alami, dikelilingi perbukitan serta tumbuh tanam kehijauan alam membuat objek wisata air yang cukup menarik Fasilitas Tebat Gimbe itu dilengkapi diawali tahum 2018 menggunakan anggaran dana desa, dilanjutkan anggaran 2019

"Sekarang sudah ada 10 gasibo, jembatan di atas air Tebat Gimbe itu dan ada lapangan parkir serta WC nya, jadi 2019 ini rencana kita pasang listrik, lampu jalan dan fasilitas untuk bermain juga akan buat," ungkap Agusmanjaya, Kepala Desa Padang Bindu.

Memang sejauh ini belum banyak kunjungan wisatawan dari luar kota Empatlawang, tapi warga mulai diketahui warga di Empatlawang.

"Untuk masuk ke lokasi saat ini masih tidak ada biaya alias masih gratis sebab fasilitasnya belum lengkap," katanya.

Sementara Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Empat Lawang Mgs.Nawawi mengatakan, objek wisata Tebat Gimbe tersebut Itu sudah ada dalam daftar destinasi wisata yang di miliki oleh kabupaten Empat Lawang, dan juga dalam Ripparda (rencana induk pengembangan pariwisata daerah).

"Memang pemandangan dan suasana di sekitaran tebat gimbe itu cantik dan elok serta nyaman. Tidak kalah dengan destinasi wisata daerah lain," ujarnya.

Tindak Lanjut untuk pembangunannya, kami dari dinas pariwisata akan mengacuh pada RIPPARDA Kabupaten Empat Lawang Tahun 2019-2029. Dirinya Juga berharap agar kedepannya objek wisata tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan di luar Kabupaten EmpatLawang.

"Harapan kami dengan objek wisata ini kedepannya dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan ke Empat Lawang dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan PAD dari sektor pariwisata," harapnya.

Adapun asal dari nama Tebat Gimbe dulunya nama itu dari nenek moyang, menurut cerita warga kompak mambuat tebat atau danau kecil yang yang berada didalam rimba atau Gimbe.Aliran sungai dari hutan di bendung dan dialirkan ke Tebat Gimbe. (andi wijaya)

Penulis: Awijaya
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved