Berita Muaraenim

Sekda Muaraenim : Istri Nempeleng Suami tidak Biasa, Namun Bisa Saja Terjadi di Zaman Ini!

Sekda Muaraenim : Istri Nempeleng Suami tidak Biasa, Namun Bisa Saja Terjadi di Zaman Ini!

Sekda Muaraenim : Istri Nempeleng Suami tidak Biasa, Namun Bisa Saja Terjadi di Zaman Ini!
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Sekda Muaraenim Hasanudin secara simbolis mengalungkan tanda peserta Pelatihan Bagi Pelatih Training Of Training (TOT) Sumber Daya Manusia (SDM) Layanan Pendampingan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dapat Mencegah Terjadinya Kekerasan Perempuan Di Kabupaten Muaraenim Tahun 2019, di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Senin (9/9). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

Sekda Muaraenim : Istri Nempeleng Suami tidak Biasa, Namun Bisa Saja Terjadi di Zaman Ini!

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) untuk kaum perempuan dan anak sering terjadi, namun KDRT terhadap Laki-laki bisa saja terjadi, namun meski terjadi mungkin malu melaporkannya.

"Kalau Suami menempeleng (memukul) istrinya sudah biasa, namun jika istri nempeleng suaminya tidak biasa, namun bisa saja terjadi di zaman ini," pungkas Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi pada pembukaan Pelatihan Bagi Pelatih Training Of Training (TOT) Sumber Daya Manusia (SDM) Layanan Pendampingan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dapat Mencegah Terjadinya Kekerasan Perempuan Di Kabupaten Muaraenim Tahun 2019, di Hotel Griya Serasan Muaraenim, Senin (9/9/2019).

Terungkap Pekerjaan Merry Asisten Raffi Ahmad Tempat Bu Dendy yang Viral Sawer Pelakor, Jual Minuman

Jangan Libatkan Orang Lain Dalam Masalahmu, Ini 10 Cara Efektif Buat Kamu Jadi Sosok yang Mandiri

Video Nonton Gratis Timnas Indonesia vs Thailand Kualifikasi Piala Dunia Jam 19.30 WIB di Sini

Menurut Hasanudin, KDRT Perempuan dan Anak memang telah menjadi sebuah Perkejaan Rumah yang besar bagi Pemerintah Kabupaten Muaraenim dan seluruh elemen masyarakat.

Dan sangat yakin, KDRT yang terjadi ditengah-tengah masyarakat pasti banyak, persoalannya yang paling sulit adalah melaporkannya hanya berapa persen yang memilih untuk melaporkannya.

Apalagi kultur masyarakat Muaraenim khususnya sedikit keras dan pemarah.

"Saya minta peserta pelatihan ikuti kegiatan ini karena anda akan menjadi pelatih SDM dan Pelayanan Pendampingan KDRT," katanya.

Kabar 6 Mantan Kiper atau Penjaga Gawang Timnas, Nomor 3 Pilih Profesi Jadi Peternak Ayam!

24 Pesepak Bola ini Bakal Punya Rating Tinggi di FIFA 20

Dulu Berseteru Bawa Kabur Uang Rp 500 Juta, Kabar Anak Ayu Azhari Sekarang Justru Diluar Dugaan!

Dikatakan Hasanudin, dengan ilmu pengetahuan yang didapat terutama menyangkut kemampuan intelektualitas yang bagus akan mampu memberikan pembinaan pelayanan kepada masyarakat terutama yang ada di sekitar kita paling tidak kepada teman-teman yang ada di lingkungan kita masing-masing.

Dan kepada Dinas Perlindungan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk melakukan evaluasi bukan hanya sekedar Kabupaten Muaraenim ingin menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA), tetapi perilaku masyarakatnya, dan merupakan kewajiban kita bersama untuk memberikan pengetahuan kepada orangtua khusus kepada anak-anak tentang masalah KDRT ini.

Lebih baik kita mencegah terjadinya KDRT daripada kita mendampinginya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved