Berita PALI

166 Hektare Lahan di Kabupaten PALI Terbakar, BPBD Klaim Grafik Aktivitas Karhutla Turun

166 Hektare Lahan di Kabupaten PALI Terbakar, BPBD Klaim Grafik Aktivitas Karhutla Turun

166 Hektare Lahan di Kabupaten PALI Terbakar, BPBD Klaim Grafik Aktivitas Karhutla Turun
Dok BPBD PALI
Tim BPBD PALI bersama satgas terpadu anti Karhutla TNI-Polri saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan. 

166 Hektare Lahan di Kabupaten PALI Terbakar, BPBD Klaim Grafik Aktivitas Karhutla Turun

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Sebanyak 166 hektare lahan di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Provinsi Sumatera Selatan hangus terbakar.

Jumlah ini terjadi sepanjang tahun 2019, terhitung sejak bulan Januari hingga awal bulan September ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI, Junaidi Anuar mengatakan, setidaknya sepanjang tahun 2019 ini ada sebanyak 166 hektare lahan terbakar yang tersebar di lima (5) kecamatan di Kabupaten PALI.

Sementara untuk jumlah titik hotspot hingga bulan September 2019 ini berjumlah total 79 titik api.

Menurut Junaidi, paling banyak terpantau pada aplikasi Lapan Fire pada bulan Juni 2019, yakni 36 titik api, sementara bulan Juli 22 hotspot, sedangkan bulan Agustus ada 8 titik api.

"Namun dari jumlah itu, secara grafik aktivitas kebakaran dan lahan (Karhutla) di PALI menurun," ungkap Junaidi kepada Sripoku.com, Senin (9/9/2019).

BERITA ESKLUSIF : Ternyata Nenek Moyang Wong Sumsel Orang Gunung, Pasemah ada Sebelum Sriwijaya

Petani Semangka di PALI Terancam Gagal Panen, Buah Tumbuh Kerdil Diduga Tercemar Debu

Download Lagu Judika - Sampai Kau Jadi Milikku, Paling Populer dan Hits, Lengkap Video dan Lirik

Menurutnya, guna antisipasi agar bencana Karhutla tidak menyebar, Satgas Terpadu Anti Karhutla, terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD PALI, bersama pihak terkait lainnya TNI, Polri serta Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan rutin melakukan sosialisasi.

Sehingga warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, lantaran membuka lahan dengan cara membakar adalah perbuatan melanggar hukum dengan ancaman pidana.

Selama pemadaman api, jelas Junaidi, pihaknya di lapangan hanya terkendala pasokan air, lantaran terkadang cukup jauh.

"Bahkan, pada awal Bulan September 2019 ini kita berjibaku memadamkan api dengan lima (5) hari membuka jalur menggunakan mesin senso menuju titik api di Desa Prambatan Kecamatan Abab," jelasnya.

Selain sosialisi ke rumah-rumah warga, lanjut Junaidi, tim satgas anti Karhutla, bahkan menyambangi warga hingga ke kebun-kebun agar tidak membuka lahan dengan membakar.

"Tim kita masih siaga di lima posko tiap kecamatan di Kabupaten PALI, lantaran pada Bulan Agustus 2019 ini diprediksi puncaknya musim kemarau, sehingga rentan terjadi Karhutla," katanya.

"Selain sosialisasi, imbauan-imbauan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran lahan juga terus digalakkan tim pada tiap posko masing-masing," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved