Breaking News:

Karhutla Masih Terjadi Di OKI dan OI, Lima Helikopter Dikerahkan Untuk Water Bombing

Karhutla Masih Terjadi Di OKI dan OI, Lima Helikopter Dikerahkan Untuk Water Bombing

Editor: Budi Darmawan
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Sebuah helikopter melakukan water bombing disebuah lahan yang terbakar. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Sumatera Selatan seperti terpantau di hari Minggu, (8/9) terjadi di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Ansori mengatakan, karhutla terjadi di Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan di OKI serta di Pamulutan OI.

"Total lima helikopter kita kerahkan untuk water boming yaitu tiga ke OKI dan dua ke OI. Untuk lahan terbakar rata-rata lahan gambut," kata Ansori saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Minggu (8/9)

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa untuk luasan lahan yang terbakar belum terdata. Begitu juga untuk total titik hotsopt belum direkap, namun berdasarkan data rekapan terakhir dari Januari-Agustus tercatat total titik hotspot sebanayak 1.875.

"Paling banyak di bulan Agustus yang mencapai 1.308 titik hotspot. Kondisi di 2019 ini memang cuku panas dengan el nino kuat. Tapi belum sekuat di tahun 2015. Namun memang kondisinya lebih panas dari pada tahun 2016-2018," jelasnya.

Ia pun mengatakan, bahwa kemungkinan kondisi karhutla tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun 2016-2018. Mudah-mudahan tidak seperti tahun 2015.

"Kondisi tahun 2019 ini kalau dikatakan mendekti 2015 tidak, karena kalau di 2015 itu ispu bisa sampai 300 sedangkan saat ini kondisi udara masih baik. Kalau dari titik hotspot memang banyak tapi parametir lainnya masih bagus," cetusnya.

Sementara itu hal yang sama juga diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru, bahwa kondisi udara
tadi pagi ada pengurangan luar biasa. Baik yang dihasilkan Sumsel maupum kiriman sudah berkurang.

"Himbauan saya agar warga tetap patuh dengan aturan yang ada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terimakasih juga kepada warga yang sudah tidak membuka lahan dengan cara dibakar," kata Herman Deru.

Ia pun mengatakan, bahwa kemaren ia sudah meninjau ke OKU Timur dan OI banyak hot spot yang secara logikan tidak masuk akal kalau mau dibakar warga. Karena lahan itu bukan untuk pertanian, apa penyebabnya belum tahu dan sampai saat ini masih diteliti.

Artinya ada sekian persen bukan faktor manusia, apa itu? ya itu yang harus kita teliti. Karena tidak ada satupun baik ahli maupu petinggi yang mengatakan bahwa sumber api 100 persen manusia. 99 peren, disisanya itu badan Litbang sedang menelitinya

Terkair karhutla yang terjadi di OKI dan OI menurutnya, Dandim memang lapor ada beberapa titik. "Kalau tidak bisa diatasi dengan yang dilapangan tentu di kirim heli untuk water boming," cetusnya. ( TS/ T Linda Trisnawati)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved