Liga 1

Arema FC Tak Ingin Lagi Dapat Denda untuk Putaran Kedua Liga 1 2019

Abdul Haris menambahkan munculnya flare dan kembang api serta lemparan hanya akan berakhir dengan denda.

Arema FC Tak Ingin Lagi Dapat Denda untuk Putaran Kedua Liga 1 2019
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
SELEBRASI - Gelandang Arema FC, Dendi Santoso dkk merayakan gol yang dicetak ke gawang Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (15/8/2019). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

 SRIPOKU.COM - Arema FC tidak ingin mendapat denda lagi saat kompetisi putaran kedua Liga 1 2019 dimulai.

Arema FC menjadi salah satu tim yang menerima denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat masalah suporter.

Masalah ini pun dianggap serius oleh manajemen Arema FC, sehingga pada putaran kedua Liga 1 2019, mereka berharap tidak kembali mendapat sanksi berupa denda.

Tim beralias Singo Edan tersebut telah menyelesaikan sembilan laga home sepanjang putaran pertama Liga 1 2019.

5 Pemain Kembali, Arema FC Siap Bangkit pada Putaran Kedua Liga 1 2019

VIDEO : Link Live Streaming Arema FC vs PSIS Semarang, Tonton di TV Online Indosiar Malam Ini

SIARAN LANGSUNG Live Streaming Arema FC vs PSIS Semarang, di TV Online Indosiar Tonton Disini

Namun, beberapa laga kandang harus berakhir dengan sanksi serius untuk Arema FC, yaitu membayar denda akibat ulah fannya.

Beberapa insiden yang sering merugikan Arema FC adalah munculnya smoke, flare, bomb, kembang api, hingga melakukan pelemparan yang dilakukan oknum suporter.

Dilansir BolaSport.com dari laman Kompas, Sabtu (7/9/2019), Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Abdul Haris, mengatakan panpel bersama manajemen berupaya terus mengajak Aremania menjaga klub agar tidak terkena sanksi.

Panpel berharap pada putaran kedua gelaran laga kandang Arema FC terbebas dari sanksi yang saat ini jumlahnya mencapai Rp 550 juta.

"Selalu saya sampaikan ke grup atau komunitas, jangan sampai ada perilaku suporter yang merugikan klub secara finansial," kata Abdul Haris.

Abdul Haris menambahkan munculnya flare dan kembang api serta lemparan hanya akan berakhir dengan denda.

"Itu sudah kami bahas dan coba kami perangi bersama. Apalagi, klub butuh finansial jangan sampai harus mengeluarkan dana untuk hal seperti sanksi," ucap Abdul Haris.

"Kami harus membantu finansial klub dan tidak lagi mengeluarkan dana seperti ini membayar denda. Sebab, kebutuhan tim dalam satu musim itu besar," ujar Abdul Haris.

Pihaknya siap melakukan penjagaan ketat ketika suporter masuk ke stadion untuk menyaksikan laga Arema FC.

 
"Selain itu, butuh kesadaran bersama untuk meminimalkan sanksi seperti ini," ucap Abdul Haris.

Sumber : Bolasport

Editor: Adrian Yunus
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved